Rabu, 21 Desember 2011

Bersihkan Startup dari Pesan Virus

virus

Pernahkan Anda juga dibikin jengkel oleh pesan virus yang selalu muncul setiap menghidupkan komputer? Itu dapat dialami oleh siapa saja, yaitu saat Windows startup, kita dipaksa menekan sekali atau bahkan berulang kali agar pesan atau gambar yang dimunculkan oleh virus dapat ditutup (close).

Pertama kita akan mulai dengan Autorun Registry, yaitu subkey registry (cabang syaraf) Windows yang berfungsi menjalankan secara otomatis suatu program pada saat Windows dihidupkan (startup). Jadi, kita dapat memilih apa yang ingin dan tidak ingin kita tampilkan pada saat Windows dihidupkan. Kali ini kita akan mempraktikkan langkah-langkah untuk menghilangkan pesan virus yang menjengkelkan seperti yang sudah dikatakan di atas.

Menggunakan Msconfig

Tools standar Windows untuk memeriksa konfigurasi autorun salah satunya adalah program System Configuration Utility atau lebih sering dipanggil dengan nama msconfig. Program ini akan digunakan untuk demo kali ini, yang dapat dipanggil dengan cara:

1. Klik menu Start – pilih Run.

2. Tuliskan msconfig.

3. Tekan Enter atau OK.

Setelah Anda menekan Enter maka muncullah jendela System Configuration Utility atau msconfig yang mempunyai beberapa tab. Kita hanya akan membicarakan tentang tab Startup saja. Tab ini berfungsi mengetahui program apa saja yang akan dijalankan pada saat Windows diaktifkan. Berikut tampilan normal dari tab Startup msconfig.

Pada tahap ini kita hanya membutuhkan kejelian, karena biasanya virus akan membuat suatu nama yang dapat mengelabui kita dengan cara memberi nama yang mirip dengan sistem Windows, misalnya rundlll.exe, svc0host.exe, windows.exe dan lain sebagainya. Jadi, jangan terkecoh dengan nama-nama yang mirip dengan system Windows seperti pada contoh di atas.

Pada tab Startup terdapat banyak kolom, di antaranya “Startup Item” yaitu kolom yang berisi program yang akan dijalankan pada saat Windows dihidupkan. Kolom “Command” berisi parameter program yang diaktifkan dan file yang mengaktifkannya. Dan kolom “Location” menunjukkan lokasi subkey (syaraf) registry yang menyimpan setting data ini.

Sebagai contoh, nama pServerMouse ini adalah milik program yang bernama pServerMouse.exe yang berada di drive C:\pServerMouse.exe. Program ini adalah sebuah virus yang biasanya memunculkan pesan pada saat Windows dijalankan. Sebagai contoh, kita akan menonaktifkan virus ini. Caranya dengan menghilangkan tanda centang pada checklist Jika program pada Startup Item berada pada keadaan dicentang, artinya program ini secara otomatis akan aktif pada saat Windows dijalankan, sebaliknya jika dalam keadaan tanpa tanda centang, program ini tidak akan aktif pada saat Windows dijalankan.

Setelah Anda hilangkan tanda centang pada program yang Anda curigai, klik “OK” dan lakukanlah proses booting ulang agar komputer mengetahui perubahan yang terjadi.

Jadi, sekarang Anda akan merasa nyaman dengan komputer Anda, dan tidak lagi harus menekan pilihan yang ada pada program virus berulang-ulang pada saat Windows startup.

Menggunakan Regedit (Registry Editor)

Selain tools standar Windows, msconfig, ada juga yang disebut Registry Editor atau biasa disebut Regedit. File yang mengaktifkan program ini adalah regedit.exe. Registry Editor adalah program yang dapat dipakai untuk mengatur konfigurasi autorun. Untuk memanggil program Regedit ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Klik menu Start – pilih Run.

2. Tuliskan regedit.

3. Tekan Enter atau OK.

Catatan:

sebelum Anda melakukan perubahan pada registry, saya sangat menyarankan agar Anda melakukan Back-up terlebih dahulu pada registry. Dengan cara:

1. Pilih menu File Export….

2. Pilih All pada Export range.

3. Tentukan nama dan tempat, kemudian klik tombol Save.

Program Registry Editor akan muncul, lalu pergilah ke lokasi:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run

Klik berulang kali pada subkey yang terlihat, sehingga lokasi tersebut dapat ditemukan.

Pada subkey Run inilah biasanya virus akan menuliskan value baru untuk dapat mengaktifkan program virus. Karena kita bermaksud memeriksa dan menghilangkan program virus dari startup Windows, maka kliklah nama value virus dan tekan DEL lalu tekan Yes/Enter.

Sebagai contoh, Anda ingin menghapus program yang dicurigai dengan nama value App dengan type REG_SZ dan dengan data C:\pServerMouse.exe, maka sorotlah program tersebut, klik kanan – delete, kemudian klik Yes/Enter. Dan jika Anda ingin mengembalikan program yang telanjur Anda delete, maka terpaksa Anda harus mengetik kembali nama value yang diinginkan atau membuka file backup yang sebelumnya telah Anda buat. Selain lokasi pencarian yang sudah diterapkan di atas, masih ada lokasi yang perlu kita periksa untuk mencari keberadaan virus, diantaranya:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsift\Windows\CurrentVersion\RunOnce

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnceEx

HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Run

Seperti yang dijelaskan di atas, virus banyak yang menggunakan nama yang dapat mengecoh. Jika Anda menemukan suatu nama yang menurut Anda aneh, langsung tekan DEL, dan tidak akan mengganggu Anda lagi.

Langkah Mudah Membuat Aplikasi Untuk Perangkat Android

android

Android adalah sistem operasi untuk mobile device yang awalnya dikembangkan oleh Android Inc. Perusahaan ini kemudian dibeli oleh Google pada tahun 2005. Android dibuat berdasarkan kernel Linux yang dimodifikasi. Aplikasi Android ditulis dengan bahasa Java, menggunakan Java Core Libraries. Aplikasi Android dijalankan di atas VM bernama Dalvik Virtual Machine.

  1. Mempersiapkan Komputer

Sebelum mengunduh Android SDK, pastikan di komputer anda sudah terinstall JDK versi 5 atau 6 dan Eclipse versi 3.4 atau 3.5. Eclipse hanya dibutuhkan apabila kita ingin mengembangkan aplikasi dengan bantuan sebuah plugin Eclipse yang bernama Android Development Tools (ADT). Sebenarnya kita bebas memilih penyunting teks (text editor) apapun, tetapi menggunakan Eclipse adalah teknik yang paling cepat dan direkomendasikan. Eclipse dapat diunduh dari http://www.eclipse.org/downloads. Versi yang direkomendasikan adalah “Eclipse for Java Developers” atau “Eclipse for RCP Developers”. Untuk versi 3.5, versi yang direkomendasikan adalah “Eclipse Classic”. Kita akan menggunakan Eclipse. Tidak direkomendasikan menggunakan Eclipse 3.6 Helios karena ada sedikit masalah dengan ADT plugin. Gunakan Eclipse 3.4 Ganymede atau 3.5 Galileo. Pastikan juga Eclipse memiliki Java Development Tools (JDT), biasanya JDT sudah terdapat pada kebanyakan paket Eclipse. JDK bersifat wajib. JRE saja tidak mencukupi. JDK dapat diunduh dari http://java.sun.com/javase/downloads/index.jsp.

  1. Menginstall Android SDK

Unduh Android SDK starter package dari http://dl.google.com/android/androidsdk_r07-windows.zip Kemudian unzip. Android SDK starter package belum merupakan lingkungan pengembangan (development environment) yang lengkap. Ia hanya berisi alat-alat (tools) utama saja. Dengan Android SDK starter package inilah nantinya kita akan mengunduh alat yang lainnya. Setelah membongkar (unzip), simpan direktori di tempat yang nyaman, misalkan C:\ProgramFiles\android-sdk-windows. Kita perlu untuk merujuk kembali alamat direktori ini nanti.

  1. Menginstall ADT untuk Eclipse
  • Buka Eclipse, klik Help > Install New Software.
  • Pada dialog Available Software yang terbuka klik Add...
  • Pada dialog Add Site yang muncul, masukan nama remote site (contoh: Android Plugin) pada Name field. Pada Location field, masukkan URL berikut: https://dlssl. google.com/android/eclipse/. Klik OK dan tunggu sampai “pending” selesai.
  • Kembali ke Available Software view, seharusnya kita bisa melihat “Developer Tools” tertambah pada daftar. Centang checkbox pada Developer Tools yang secara otomatis mencentang pula Android DDMS dan Android Development Tools. Klik Next dan tunggu sebentar.
  • Pada dialog Install Detail yang muncul, Android DDMS and Android Development Tools features seharusnya terdaftar. Klik I accept ... untuk menyetujui perjanjian lisensi kemudian klik Finish. Tunggu sampai proses fetching selesai.
  • Mulai ulang (restart) Eclipse.

Jika anda mengalami masalah saat mengunduh plugin pada langkah nomor 3, coba ganti https dengan

http. Jika muncul warning pada langkah 5, klik bahwa kita mempercayai paket yang diunduh.

  1. Menambahkan Platform Android
  • Buka Android SDK and AVD Manager (Android SDK.exe pada direktori SDK starter package).
  • Pada bagian Available Package, centang SDK Platform Android 2.2 API 8.
  • Klik Install Selected untuk mengunduh dan menginstall.

Setidaknya anda harus menginstall 1 platform agar dapat mengembangkan aplikasi Android.

Tergantung untuk Android veri berapa anda ingin mengembangkan aplikasi. Anda dapat mencentang platform lain dan komponen lain (Documentation, Samples, USB Driver, Google APIs) untuk diunduh. Meskipun hal ini direkomendasikan, namun tidak wajib. Jika tersedia API yang lebih baru dari level 8, set nilainya ke yang paling baru. Biasanya API yang levelnya lebih tinggi mendukung API yang di bawahnya namun belum tentu sebaliknya. Pada satu dua kasus saja (dengan kata lain jarang sekali), cocok ke bawah (backward compatible) tidak dipertahankan. Jika kotak “Choose Package to Install” muncul secara automatis, pastikan anda mencentang hanya yang anda perlukan. Anggapannya (default-nya), semua platform akan tercentang. Mengunduh semua platform akan memakan waktu yang lama.

  1. Membuat AVD
  • Pada Eclipse, pilih Window > Preferences.
  • Masukkan jalur (path) dimana anda mengeksrak Android SDK pada langkah no 2 di atas. Klik OK
  • Pada Eclipse, pilih Window > Android SDK and AVD Manager.
  • Pilih Virtual Devices di panel kiri.
  • Klik New. Dialgo Create New AVD muncul.
  • Ketik nama AVD, misal "avd_saya".
  • Pilih sebuah target platform (versi Android SDK, misal 2.2) yang ingin anda jalankan pada emulator. Anda dapat mengacuhkan field yang lain untuk saat ini.
  • Klik Create AVD.

Disini kita akan menjalankan aplikasi pada Emulator Android. Sebelum kita dapat menjalankan Emulator, kita harus membuat Android Virtual Device (AVD). AVD mendefinisikan system image dan setting device yang digunakan Emulator.

  1. Membuat Proyek Android Baru
  • Dari Eclipse, pilih File > New > Project.
  • 2. Pilih Android Project dan klik Next.
  • 3. Isikan field-field dengan nilai berikut:

Project name : HelloWorld

Application name : Hello, World

Package name : com.example.helloworld (atau namespace pribadi anda)

CreateActivity : HelloWorld

  • 4. Centang versi platform pada Build Target, misal: Android 2.2
  • 5. Klik Finish.

Pilihan Android Project pada langkah nomor 2 hanya ada bila plugin ADT untuk Eclipse terpasang dengan sukses.

Berikut penjelasan dari masing-masing isian:

· Project Name

Ini adalah nama proyek Eclipse: nama direktori yang akan berisi berkas-berkas proyek.

· Application Name

Ini adalah judul aplikasi anda: nama yang akan muncul pada perangkat Android.

· Package Name

Ini adalah namespace paket (mengikuti aturan yang sama untuk paket dalam bahasa pemrograman Java) dimana semua kode sumber (source code) anda diletakkan. Nama ini juga menjadi nama paket dimana stub Activity akan dihasilkan.

Nama paket Anda harus unik terhadap semua paket yang terinstal pada sistem Android, oleh karena itu, penting untuk menggunakan gaya penulisan yang sesuai standar untuk aplikasi Anda. Contoh di atas menggunakan "com.example" namespace, dimana namespace dicadangkan untuk dokumentasi contoh.

Ketika Anda mengembangkan aplikasi sendiri, Anda biasanya menggunakan namespace sesuai dengan nama perusahaan/organisasi Anda.

· Create Activity

Ini adalah nama untuk class stub yang akan dihasilkan oleh plugin. Ini akan menjadi sebuah sub kelas dari kelas Android Activity. Sebuah Activity adalah sebuah kelas yang dapat menjalankan dan melakukan pekerjaan. Activity dapat membuat UI jika mau, tetapi tidak diharuskan. Activity hamper selalu digunakan sebagai dasar untuk aplikasi sebagaimana direkomendasikan oleh checkbox, tetapi bersifat optional.

· Min SDK Version

Nilai ini menentukan tingkat API minimum yang dibutuhkan oleh aplikasi Anda. Biasanya API yang levelnya lebih tinggi mendukung API yang di bawahnya namun belum tentu sebaliknya. Pada satu dua kasus saja (dengan kata lain jarang sekali), cocok ke bawah (backward compatible) tidak dipertahankan. Oleh karena itu, anda dianjurkan untuk mempelajari tentang API Level pada Android.

Internet

inet

Saat ini Anda sedang mengakses internet. Tapi apakah Anda tahu apakah internet itu? Semoga artikel singkat ini mampu membuat Anda memahami seperti apa internet itu.

Hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai pengertian internet. Hal ini terjadi karena internet merupakan sesuatu yang sangat kompleks. Terlebih internet merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang sangat cepat berubah. Internet yang dimaksud oleh orang-orang pada masa lalu belum tentu sama dengan apa yang dimaksud di masa kini, demikian pula di masa depan. Contohnya di masa lalu orang mengatakan bahwa internet itu adalah indomie, telur plus kornet. Lalu sekarang apa?

Meskipun terdapat beragam pemahaman mengenai internet, menurut Daniel H. Purwadi dapat diambil suatu kesimpulan dasar yang menggambarkan pengertian internet secara umum, yakni:

Internet adalah sebuah jaringan komputer yang terdiri dari berbagai macam ukuran jaringan komputer di seluruh dunia mulai dari sebuah PC, jaringan-jaringan lokal berskala kecil, jaringan-jaringan kelas menegah, hingga jaringan-jaringan utama yang menjadi tulang punggung internet seperti NSFnet, NEARnet, SURAnet, dan lain-lain. Jaringan-jaringan ini saling berhubungan atau berkomunikasi satu sama lain dengan berbasiskan protokol IP (Internet Protocol, RFC 793) pada network layer-nya (layer ke 3 dari 7 layer OSI model) dan TCP (Transmission Control Protocol, RFC 791) atau UDP (User Datagram Protocol, RFC 768) pada transport layer-nya (layer ke 4), sehingga setiap pemakai dari setiap jaringan dapat saling mengakses semua service atau layanan yang disediakan oleh jaringan lainnya.

Sedangkan bila ditinjau dari segi penulisannya, terdapat dua arti internet, yakni:

  1. Jaringan internet (huruf “i” kecil sebagai huruf awal) adalah suatu jaringan komputer yang mana komputer-komputer terhubung dapat berkomunikasi walaupun perangkat keras dan perangkat lunaknya berlainan (sering kali disebut juga internet-working)
  2. Jaringan Internet (huruf “I” besar sebagai huruf awal) adalah jaringan dari sekumpulan jaringan (networks of networks) yang terdiri dari jutaan komputer yang dapat berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan suatu aturan komunikasi jaringan komputer (protokol) yang sama. Protokol yang digunakan tersebut adalah Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP).

Istilah pertama (dengan huruf “i” kecil) merupakan istilah yang digunakan pada masa awal perkembangan internet. Seiring dengan makin meluasnya penggunaan internet, istilah kedualah (dengan huruf “I” besar) yang diterima oleh pengguna internet. Penulisannya pun berubah. Dari menggunakan huruf “I” besar menjadi huruf “i” kecil.

Dengan adanya hubungan komunikasi lintas jaringan pada internet, setiap komputer yang terdapat di dunia dapat terbubung satu dengan yang lain. Hal inilah yang menyebabkan komunikasi di internet sangat cair. Karena penggunaan internet tidak mengenal batas negara, status ekonomi, idiologi dan faktor-faktor lain yang biasanya dapat menghambat komunikasi dan pertukaran informasi di dunia nyata. Dengan alasan inilah, sebagian orang menyebut internet sebagai revolusi di bidang teknologi dan informasi.

Fasilitas dan Operasi Dasar CorelDraw

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

CorelDraw adalah editor grafik vektor yang dibuat oleh Corel, sebuah perusahaan perangkat lunak yang bermarkas di Ottawa, Kanada. Versi terakhirnya versi 15 yang dinamai X5 dirilis pada tanggal 23 Februari 2008. Corel Draw pada awalnya dikembangkan untuk dijalankan pada sistem operasi Windows 2000 dan yang lebih baru. Versi Corel Draw untuk Linux dan Mac OS pernah dikembangkan, tetapi dihentikan karena tingkat penjualannya rendah.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Fasilitas Dasar CorelDRAW

url

2.1.1 Quick Start

Pertama kali perangkat lunak CorelDRAW diaktifkan, sistem akan menampilkan kotak dialog welcome. Pada kotak dialog ini, lembar proses yang dapat diaktifkan, yaitu:

  • quick start: aplikasi ini dapat membantu untuk mempermudah mempersiapkan ruang perancangan grafis baru atau pengubahan rancangan grafis yang pernah dibuat sebelumnya.
  • what’s new: aplikasi yang menginformasikan fasilitas baru yang disediakan pada perangkat lunak CorelDRAW.
  • learning tools: alat yang mempermudah pemakai perangkat lunak CorelDRAW mempelajari fasilitas yang disediakan.
  • galeri: galeri digunakan untuk mengunjungi situs komunitas pemakai CorelDRAW. Pada situs tersebut terdapat berbagai rancangan grafis profesional yang menggunakan perangkat lunak CorelDRAW.
  • updates: aplikasi yang digunakan untuk mengunjungi situs resmi perangkat lunak CorelDRAW untuk berbagai keperluan. Salah satunya, yaitu untuk memperbarui model sistem CorelDRAW.

2.1.2 Hints

Hints berada pada sisi kanan kotak dialog utama sistem. Fasilitas ini memberikan petunjuk apa dan bagaimana memproses suatu objek gambar/teks.

2.1.3 Menu Bar

Menu Bar berada pada bagian atas kotak dialog utama sistem. Sistem menu CorelDRAW X4 menggunakan standar sistem operasi Windows yang sangat memudahkan pemakaian.

2.1.4 Standard Toolbar

Standard toolbar terletak di bawah menu bar. Pada standard toolbar, sistem meletakkan simbol proses cepat. Misalnya terdapat simbol seperti folder untuk membuka suatu data grafis CorelDRAW.

2.1.5 Property Bar

Property bar adalah fasilitas tambahan yang muncul setelah memilih salah satu alat dalam fasilitas toolbox. Tujuannya untuk mempermudah pemakaian alat fasilitas toolbox terpilih. Property bar biasanya berada di bawah standard toolbar.

2.1.6 Toolbox

Toolbox biasanya terletak di bagian paling kiri. Sistem meletakkan sebagian memberi tanda lipatan pada sisi kanan bawah alat fasilitas toolbox yang memiliki subalat. Untuk menampilkan daftar subalat tersebut dapat dilakukan dengan mengklik dan menahan simbol alat yang bersangkutan.Jika kita masuk ke corel nanti error tak usah diulangulang masuk-masuk terus,biar error toolbok,toolbar aneh tak seperti biasanya

2.1.7 Status Bar

Sistem meletakkan berbagai informasi pada baris status yang terdapat pada sisi bawah kotak dialog utama. Informasi tersebut berkenaan dengan objek gambar/teks dan/atau alat proses terpilih.

2.1.8 Color Palette

Color palette atau kotak warna terletak di bagian paling kanan kotak dialog utama. Untuk memberi warna pada objek gambar/teks cukup melakukan klik seperti biasa. Sedangkan untuk memberi warna garis, klik kanan pada warna yang dipilih dalam kotak warna.

2.1.9 Dialog Box

Sistem CorelDRAW akan meletakkan sejumlah pilihan proses dari fasilitas yang komplek pada suatu kotak dialog. Fasilitas yang bersangkutan dapat diatur melalui kotak dialog tersebut. Misalnya, pengubahan format objek gambar dari vektor ke bitmap melalui menu bitmaps submenu convert to bitmap.

2.1.10 Docker

Sistem meletakkan sejumlah kotak dialog fasilitas yang (dianggap) sering digunakan dalam bentuk tetap pada sisi kanan kotak dialog. Format tersebut disebut dengan docker. Fasilitas ini dapar ditampilkan melalui menu window submenu docker.

2.1.11 Fixed/Floating Toolbar

Salah satu keistimewaan dari sistem CorelDRAW X4, yaitu fasilitas toolbox kotak warna, menu bar, standard toolbar, dan/atau property bar yang dapat digeser dan ditempatkan di sembarang lokasi.

2.2 Operasi Dasar

2.2.1 Objek Garis

  • freehand tool: alat ini digunakan untuk membentuk beragam garis lurus atau garis yang tidak beraturan.
  • bezier tool: alat ini digunakan untuk membentuk beragam garis lurus dan garis yang tidak beraturan secara bersamaan.
  • artistic media tool: alat ini digunakan untuk membentuk berbagai objek garis artistik. Dalam menentukan bentuk garis artistik tersebut, gunakan simbol yang ada di sisi kiri fasilitas property bar, lalu tentukan spesifikasi konfigurasinya pada sisi kanannya.
  • pen tool: pemakaian pen tool hampir serupa dengan pemakaian bezier tool.
  • polyline tool: pemakaian polyline tool hampir sama dengan freehand tool.
  • 3 point curve tool: alat ini digunakan untuk membentuk garis melingkar dengan mudah dan cepat.
  • connector tool: alat ini digunakan untuk menghubungkan beberapa objek gambar. Misalnya, membentuk garis penghubung alur diagram.
  • dimension tool: alat ini digunakan untuk membentuk garis dimensi vertikal, horizontal, diagonal, dan sebagainya.

2.2.2 Objek Gambar

  • rectangle tool: alat ini dapat digunakan untuk membentuk objek persegi panjang atau persegi.
  • ellipse tool: alat ini digunakan untuk membentuk objek lingkaran/elips.
  • object tool: alat ini dapat mempermudah/mempercepat proses pembentukan objek poligon, bintang, DLL.
  • perfect shape tool: alat ini digunakan untuk membentuk berbagai objek gambar spesifik secara mudah dan cepat. Misalnya, objek jajar genjang, dan lain sebagainya.
  • table tool: alat ini dapat digunakan untuk membuat tabel dalam format persegi atau persegi panjang. Tabel ini tidak hanya dapat dimasukkan tulisan/teks, tetapi dapat juga dimasukkan gambar ke dalamnya. Alat ini bisa digunakan untuk membuat kartu pos, brosur, dll

2.2.3 Smart Drawing

Menggambar pintar adalah aplikasi baru yang ada pada CorelDRAW X4. Smart drawing tool yang ada pada smart tool dapat digunakan untuk membentuk objek gambar dari sketsanya.

2.2.4 Objek Teks

Objek teks merupakan unsur yang paling sering digunakan pada rancangan grafis. Ada yang membuatnya sebagai logo, teks artistik, bahkan mengubah objek teks menjadi objek gambar.

Objek teks dapat dibuat melalui text tool yang terdapat pada toolbox. Setelah itu, objek teks dapat diproses melalui pick tools. Objek teks dapat diproses sehingga membentuk bayangan, menjadi format 3D, dan lain-lain.

2.2.5 Objek 2D Menjadi 3D

CorelDRAW X4 memiliki fasilitas untuk mengubah objek taks/gambar 2D menjadi 3D. Fasilitas yang dapat digunakan untuk membentuk objek 2D menjadi 3D adalah sebagai berikut:

  • extrude: pada fasilitas toolbox terdapat interactive extrude tool di dalam interactive effects tool. Setelah diaktifkan, format 3D dapat diatur melalui bagian presets yang ada pada fasilitas property bar.
  • bevel: bevel merupakan subalat untuk membentuk sudut dari suatu objek gambar/teks. Bevel akan muncul dalam property bar setelah mengaktifkan interactive extrude tool.
  • contour: fasilitas contour di dalam CorelDRAW X4 disediakan untuk membuat salinan dari suatu objek gambar/teks ke bagian dalam/luarnya. Contour dapat digunakan untuk menimbulkan efek 3D dari suatu objek gambar/teks dengan cara mengubah warna sisinya.
  • gradasi warna: gradasi warna dapat dibentuk menggunakan fill tool, interactive fill tool, atau mesh fill.
  • efek bayangan: CorelDRAW menyediakan interactive drop shadow yang merupakan subalat dari interactive effects tool untuk membuat efek bayangan dari objek gambar/teks.

2.2.6 Warna

Pilihan warna terdapat dalam kotak warna. Namun, ada beberapa cara untuk memberi warna pada objek gambar/teks, yaitu sebagai berikut:

  • fill & outline: pada fasilitas toolbox, sistem menyediakan fill tool untuk mengatur isi objek gambar/teks. Sedangkan untuk mengatur garis pembentuknya, sistem menyediakan outline tool.
  • eyedropper & paintbucket tool: eyedropper tool digunakan untuk mengambil spesifikasi warna atau atribut (properti, transformasi, dan efek) suatu objek gambar/teks. Setelah itu, gunakan paintbucket tool untuk menyalin data tersebut pada objek gambar/teks lainnya.
  • smart fill: smart fill tool dapat mengisi warna pada sembarang bidang tertutup. Misalnya pada perpotongan suatu objek tertentu.

2.2.7 Objek Artistik

Objek artistik dapat berupa teks atau gambar. Dengan menggunakan alat tertentu, suatu objek teks/gambar dapat terlihat berbeda dari biasa. Objek artistik terdiri dari:

  • garis artistik (Objek Teks): teks yang artistik dapat dibuat melalui artistic media tool yang ada pada toolbox. Teks apapun dapat dibuat karena penggunaannya seperti menggambar atau menulis dengan bolpoin.
  • garis artistik (objek gambar): gambar artistik yang dihasilkan melalui artistic media tool adalah seperti sketsa gambar. Penggunaannya sama dengan membuat garis artistik untuk objek teks.
  • efek distorsi: CorelDRAW menyediakan interactive distort tool di dalam interactive effects tool. Efek distorsi dapat diaplikasikan untuk objek gambar/teks sehingga dapat terlihat lebih artistik.
  • smudge brush (objek baru): melalui smudge brush tool, suatu sisi objek gambar dapat ditarik sehingga akan membentuk gambar yang baru sesuai dengan keinginan. Subalat ini dapat diakses melalui shape edit tool.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Versi CorelDRAW X5 memiliki tampilan baru serta beberapa aplikasi baru yang tidak ada pada CorelDRAW versi sebelumnya. Beberapa aplikasi terbaru yang ada, di antaranya Quick Start, Table, Smart Drawing Tool, Save as Template, dan lain sebagainya.

Mengenal CorelDRAW X5

clip_image002

CorelDraw X5 merupakan salah satu software desain grafis yang sangat terkenal. Berbagai fasilitas untuk mendesain tersedia di sini sehingga memudahkan para penggunanya untuk memanfaatkannya. CorelDraw X5 dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari membuat brosur, membuat pamphlet, surat undangan, majalah, brosur dan cover buku yang menarik.

Supaya dapat membuahkan hasil yang menarik, diperlukan latihan-latihan. Sebagai bahan latihan, akan saya paparkan tips & triks menggunakan coreldraw. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua…

1. Membuka Corel Draw

Klik Start => All Programs => pilih CorelDRAW X5 => Klik CorelDraw X5.

Cara lain: Klik shortcut di desktop yang bertuliskan CorelDraw X5.

2. Tampilan Corel Draw

· Menu utama => terdiri dari menu-menu untuk mengoperasikan CorelDraw X5.

· Standar => perintah-perintah pada menu utama

· Property bar => berisi tombol-tombol perintah tambahan.

· Tool box => berisi alat untuk mendesain gambar.

· Ruler => sebagai garis pengukur objek

· Color Pallete => berisi perintah untuk memilih warna objek.

· Pages => sebagai petunjuk halaman yang aktif.

· Lembar kerja => halaman tampilan untuk tempat mendesain objek.

3. Menyimpan Desain File

Klik menu File => Save => tulis pada filename nama filenya => tekan Save.

4. Menutup File

Klik menu File => klik Close.

5. Menutup Program CorelDraw

Klik menu File => klik Exit.

6. Mengatur Ukuran/ Jenis Kertas

Klik menu File => New => klik kotak Paper Type/Size pada property bar pilih jenis kertas yang anda inginkan. Misalkan letter, legal, tabloid dsb.

7. Mengatur unit satuan

Klik Drawing Unit pada property bar untuk memilih unit satuan yang anda inginkan. Misalkan: inches, millimeters, dsb.

8. Menampilkan dan mengatur Grid

Klik menu View => Grid => garis grid akan ditampilkan.

Jika anda ingin mengubah garis grid menjadi titik-titik, klik menu View => Grid and Ruler Setup => muncul kotak dialog, pilih Show grid as dots untuk mengubah garis menjadi titik-titik.

9. Menambah halaman dalam satu file

Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 1 => Klik kanan, pilih Insert Page After.

10. Menghapus halaman dalam satu file

Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 2 => Klik kanan, pilih Delete Page Before.

11. Mengubah nama halaman dalam satu file

Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 1 => Klik kanan, pilih Rename.

12. Membuat objek segi empat

Klik Rectangle Tool pada Tool Box atau tekan F6 => pointer akan berubah menjadi tanda (+) => drag dan drop mouse pada lembar kerja => akan terbentuk persegi panjang.

Jika anda ingin membuat persegi/ bujur sangkar, Langkah sama seperti membuat persegi panjang. Hanya saja pada saat drag tombol kiri mouse sambil tekan Ctrl pada keyboard.

Jika ingin sudut dari segi empat di atas berbentuk melengkung (tidak siku) maka caranya adalah: tekan Pick Tool pada Tool Box => pilih objek segi empat tersebut => Klik Shape Tool (atau tekan F10) => Arahkan pointer pada sudut segi empat lalu drag (geser sedikit) dengan menekan tombol kiri mouse.

13. Membuat objek lingkaran

Klik Ellipse Tool pada Tool Box atau tekan F7 => pointer akan berubah menjadi tanda (+) => drag dan drop mouse pada lembar kerja => akan terbentuk lingkaran.

Jika anda ingin mengubah lingkaran menjadi variasi yang berbeda, Langkahnya drag lingkaran tersebut => klik Shape Tools pada Tool Box. Jika ingin bentuk pie, drag-lah lingkaran dari dalam. Jika ingin bentuk arc, drag-lah lingkaran dari luar.

14. Membuat objek polygon

Klik Polygon Tool atau tekan Y => arahkan pointer yang berbentuk (+) ke lembar kerja => tekan tombol kiri mouse geser secara diagonal sambil tekan tombol Ctrl pada keyboard => terbentuklah polygon segi lima.

Untuk menambah atau mengurangi segi tersebut, gunakan fasilitas Number of Point on Polygon => klik segi yang dikehendaki (misal 3) => akan terbentuk segitiga.

Untuk mengubah polygon menjadi bentuk bintang, lakukan langkah berikut. Drag segi lima => tekan shape Tool => arahkan pointer ke objek tersebut di antara dua segi yang berpotongan => tarik kedalam => terbentuk segi lima menjadi bintang.

15. Membuat objek spiral

Klik ke Polygon Tool => pilih Spiral Tool atau tekan A => pada lembar kerja klik dan geser tombol kiri mouse sambil tekan tombol Ctrl pada keyboard => terbentuklah spiral.

16. Membuat objek table

Klik polygon Tool => klik Grap Paper Tool atau tekan D => tekan dan geser tombol kiri mouse pada kanvas => terbentuklah table

17. Menggunakan Freehand Tool

Klik Freehand Tool pada Toolbox => pada kanvas klik tombol kiri mouse => drag kearah yang diinginkan => jika sudah sesuai keinginan, tekan tombol Esc pada keyboard untuk mengakhiri.

Apabila ingin melengkungkan garis, klik Shape Tool => tempatkan pointer pada garis yang ingin dilengkungkan => klik kanan mouse => klik pilihan To Curve.

18. Menggunakan Bezier Tool

Klik Bazier Tool pada Toolbox => pada kanvas klik satu kali pointer bertanda (+) => pindah ke posisi lain => klik lagi di posisi tersebut => lanjutkan hingga sesuai dengan objek yang diinginkan.

Bila ingin melengkungkan garis dari objek di atas, klik Shape Tool => tempatkan pointer pada garis yang ingin dilengkungkan => klik kanan mouse => klik pilihan To Curve

19. Menggunakan Dimension Tool

Buatlah sebuah objek, misalkan persegi panjang berukuran 8×8,5 cm => didalamnya buatlah lingkarang berdiameter 8,5 cm => pada Toolbox, klik Dimension Tool => pada Property Bar pilih Horisontal Tool (untuk menjelaskan garis mendatar) dan pilih Vertical Tool (untuk menjelaskan garis vertical) => pada Dimension Style pilih decimal dengan satuan 0 pada Dimension Precission => pada Dimension Unit pilih cm => aktifkan Show units for Dimension => klik tombol Text Position Drop Down => klik pilihan, teks dimensi di bagian tengah garis => Posisikan pointer pada garis yang akan diberi dimensi / keterangan.

20. Menggunakan 3 Point Curve Tool

Klik 3 Point Curve Tool pada Toolbox => pada kanvas, klik point 1 => drag dan lepaskan pada point 2 => klik di point 3 => terakhir satukan point 2 dengan point 1 dengan pointer.

21. Menggunakan Smart Drawing Tool

Klik Smart Drawing Tool pada Toolbox => pada Property Bar pada Shape Recognition Level, pilih Medium dan pada Smart Smooting Level, pilih Highest. => pada kanvas, klik point 1, point 2, point3 dan point 4 => Secara otomatis akan terbentuk objek yang simetris.