Rabu, 21 Desember 2011

Membuat Start dan Shutdown Makin Kencang!

Windows 7 dilengkapi dengan berbagai tool dan software yang berguna. Sayangnya, konfigurasi standar tidak terlalu mengakomodasi performa Windows 7.

Optimasi Services Windows 7

Services merupakan proses yang berjalan di background. Artinya, program berjalan sendiri secara diam-diam, tidak perlu diketahui oleh pengguna umum.

Services digunakan untuk mendukung fitur yang disediakan oleh Windows 7. Jika ada services aktif dan ternyata fitur dari services tersebut tidak dimanfaatkan, tentu hanya akan membuang-buang sumber daya komputer saja.

Penonaktifan services harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak boleh sembarangan. Services yang dinonaktifkan secara asal-asalan dapat mengganggu penggunaan Windows 7 itu sendiri. Anda harus mengetahui services yang aman untuk dinonaktifkan serta jarang digunakan.

Praktek penonaktifan services Windows 7 dapat dilakukan dengan cara berikut:

1. Klik tombol Start pada desktop. Pada kotak pencari, ketikkan services.

2. Klik link Services yang ditampilkan pada Start menu.

3. Maka akan muncul tool Services. Lakukan klik ganda (double click) pada services yang akan dinonaktifkan. Pada contoh ini, Penulis akan menonaktifkan services Application Experience.

image

4. Maka akan muncul kotak dialog Application Experience Properties. Jika services sedang aktif, matikan dulu dengan klik pada tombol Stop.

image

5. Nonaktifkan services dengan memilih Manual pada Startup type. Akhiri dengan klik tombol OK.

6. Jika berhasil, pada kolom Startup Type menjadi Manual.

image

Peringatan: Sebaiknya Anda tidak mematikan services dengan Disable tetapi cukup dengan Manual. Disable berpotensi menimbulkan masalah jika services tersebut diperlukan lagi oleh Windows 7.

Berikut daftar services yang sebaiknya dijalankan secara Manual, bukan otomatis (Automatic).

Application Experience

Diagnostic Policy Service

Distributed Link Tracking Client

IP Helper

Offline Files

Portable Device Enumerator Service

Protected Storage

Remote Registry

Secondary Logon

Tablet PC Input Service

TCP/IP NetBIOS Helper

Windows Error Reporting Service

Windows Media Center Service Launcher

Sedangkan jika tidak digunakan, Anda dapat mematikan services di bawah ini dan menggantinya dengan Manual.

Windows Search : Jika tidak terlalu sering melakukan pencarian melalui Windows 7

Windows Time : Jika tidak melakukan update waktu melalui internet

Themes : Jika hanya menggunakan theme Windows Classic

Server : Jika komputer tidak terkoneksi ke dalam jaringan

Print Spooler : Jika komputer tidak terpasang printer

Computer Browser : Jika komputer tidak terkoneksi ke dalam jaringan

Desktop Window Manager Session Manager : Jika tidak mengaktifkan Aero

 

Prosesor dan RAM untuk Start Windows

Agar komputer dapat menyala lebih cepat, Anda dapat mengatur ukuran RAM dan jumlah inti prosesor yang dipakai untuk menyalakan Windows 7. Caranya sebagai berikut:

1. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan msconfig pada kotak pencari. Tekan Enter keyboard.

2. Pilih tab Boot lalu klik tombol Advanced options.

image

Tip: Agar lebih cepat melakukan booting, Anda dapat menonaktifkan GUI. Caranya, centang pada No GUI Boot.

3. Aktifkan Number of processor dan Maximum memory.

4. Gunakan nilai maksimal untuk komputer Anda. Jika jumlah inti prosesor komputer ada dua, gunakan nilai 2 pada Number of processors. Prosesor yang menggunakan dua inti, antara lain Pentium 4 Dual Core, Core 2 Duo, Athlon X2, Turion X2, Phenom, Intel Atom.

5. Pada Maximum memory, ketikkan jumlah RAM maksimal Anda. Klik tombol OK.

image

6. Setelah dilakukan konfigurasi ulang, komputer harus dinyalakan ulang. Klik tombol Restart untuk menyalakan ulang komputer sekarang. Sedangkan jika ingin restart nanti, klik tombol Exit without restart.

image

Mematikan Password Start Windows

Saat Windows 7 dinyalakan (booting), pengguna harus mengetikkan password. Tentu komputer menjadi lebih aman. Namun, jika komputer sudah aman, seperti digunakan sendiri di rumah, fitur ini bisa memperlambat proses penyalaan komputer. Anda dapat mengubah proses login sehingga tidak harus memasukkan password. Caranya sebagai berikut:

1. Klik tombol Start pada desktop lalu ketik netplwiz pada kotak pencari.

2. Klik link netplwiz yang ditampilkan pada menu Start.

3. Maka akan muncul jendela User Accounts. Klik Users must enter a user nama and password to use this computer sehingga tidak tercentang . Klik tombol OK.

4. Maka Anda harus memasukkan password untuk melakukan konfirmasi. Klik OK.

image

Setelah komputer dinyalakan ulang, Anda tidak perlu lagi memasukkan password setiap kali masuk sebagai user Radian.

Mengatur Program Startup

Program aplikasi sering menempatkan dirinya pada Startup sehingga akan dijalankan otomatis pada saat Windows menyala. Tentu saja efek negatifnya adalah komputer menjadi semakin lama untuk booting. Jika komputer Anda terinstal banyak program, pengaturan program Startup sudah menjadi keharusan.

Program akan dijalankan secara otomatis dengan salah satu metode berikut:

1. Menempatkan shortcut pada folder Startup. Anda dapat melihatnya melalui Start menu. Startup biasanya ada dalam salah satu folder berikut:

C:\ProgramData\Microsoft\Windows\Start Menu\Programs\Startup

C:\Users\Radian\AppData\Roaming\Microsoft\Windows\StartMenu\Programs\Startup

2. Menggunakan registry untuk menuliskan informasi program aplikasi. Registry untuk Startup berada pada salah satu isi berikut ini.

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce

Anda dapat melihat sendiri entri registry melalui Registry Editor. Caranya sebagai berikut:

1. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan regedit pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.

2. Buka salah satu folder registry di atas. Di bawah ini adalah contoh tampilannya. Maka akan terlihat beberapa program yang dinyalakan bersamaan dengan Windows 7.

image

Untuk mematikan Startup program pada registry dan folder Startup, jangan dilakukan dengan menghapus entri registry atau ikon dalam folder Startup. Sebaiknya digunakan tool msconfig dengan cara berikut:

1. Klik tombol Start desktop lalu ketikan msconfig pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.

2. Klik pada tab Startup lalu pilih aplikasi mana saja yang akan dijalankan saat komputer start (tercentang ) dan program aplikasi yang tidak (tidak tercentang ). Klik tombol OK.

image

3. Klik tombol Exit without restart untuk keluar tanpa menyalakan ulang komputer.

Mengatur Task Scheduler

Task scheduler merupakan tool Windows 7 yang digunakan untuk menjalakan program aplikasi secara terjadwal (berkala). Task scheduler memudahkan eksekusi program secara otomatis pada saat-saat tertentu. Sayangnya, program yang tidak terlalu penting hanya akan memakan sumber daya dan membuat kinerja komputer menjadi lamban. Anda dapat mengatur schedule penting untuk diaktifkan sedangkan lainnya dapat dimatikan. Caranya sebagai berikut:

1. Klik tombol Start desktop lalu klik All Programs. Buka Accessories > System Tools > Task Scheduler.

2. Perhatikan daftar pada Active Tasks. Klik sembarang nama dalam daftar Task Name.

image

Keterangan: Jika daftar task di Active Tasks tidak muncul, klik pada bagian judul Active Tasks.

3. Pada contoh ini, Penulis ingin mematikan task untuk update software printer HP. Untuk itu, klik pada HP online update program.

4. Matikan dengan klik menu Disable di bawah Selected Item.

5. Jika berhasil, akan muncul keterangan Disabled.

Mengatur Prefetch

Prefetch merupakan services Windows 7 untuk memantau program aplikasi yang sering digunakan. Program-program tersebut akan dimasukkan ke dalam RAM ketika Windows mulai dinyalakan. Manfaatnya adalah aplikasi dapat dijalankan lebih cepat karena sudah ada dalam memori komputer.

Ada empat jenis konfigurasi prefetch yang dapat dilakukan dengan mengatur nilai EnablePrefetcher (1-4) pada regsitry:

1. Prefetch dimatikan.

2. Prefetch diterapkan hanya pada program aplikasi.

3. Prefetch diterapkan hanya pada file-file sistem untuk booting. Konfigurasi ini cocok untuk komputer yang banyak terinstal program aplikasi dengan penggunaan bervariasi.

4. Prefetch untuk program aplikasi dan booting. Konfigurasi ini cocok jika komputer Anda hanya mempunyai sedikit program aplikasi terinstal dan sering menggunakan program aplikasi tertentu saja.

Pengeditan konfigurasi prefetch dapat dilakukan dengan langkah berikut.

1. Jalankan registry editor. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan regedit pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.

2. Jelajahi bagian berikut:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\Memory Management\PrefetchParameters.

3. Klik ganda pada EnablePrefetcher.

image

4. Pada contoh ini, Penulis hanya mengaktifkan prefetch booting. Untuk itu, gunakan nilai 2 pada Value data lalu klik tombol OK.

image

5. Tutup aplikasi Registry Editor. Anda dapat melihat hasilnya setelah komputer dinyalakan ulang.

Percepat Proses Shutdown

Pada komputer yang terisi dengan banyak aplikasi, proses shutdown dapat memakan waktu lama. Anda dapat mengatasinya dengan mempersingkat kill time. Kill time menentukan waktu tunggu program aplikasi untuk ditutup. Jika sudah melewati batas waktu kill time, maka Windows 7 akan dimatikan dan semua program aplikasi dipaksa untuk dimatikan.

Untuk mengatur waktu kill time, lakukan langkah berikut:

1. Jalankan registry editor. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan regedit pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.

2. Buka pada bagian HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control.

image

3. Klik ganda pada WaitToKillServiceTimeout. Ketikkan nilai pada Value data. Satuan yang digunakan adalah milidetik. Nilai default 12000 (12 detik) dapat Anda kecilkan, misalnya menjadi 5000 (5 detik). Klik OK.

image

MENGENAL MACROMEDIA FLASH 8

A.  Cara Membuka

Untuk membuka program Macromedia Flash 8 Anda dapat melakukan cara berikut:

  • Pilih Start > Program > Macromedia > Flash 8

Atau

  • Pilih Ikon Flash 8 image pada dekstop (Layar monitor).

Beberapa saat akan muncul jendela dialog seperti berikut.

image

Pilih Create New > Flash Document untuk memulai membuat file baru.

Pilih Open a Recent New > Open untuk membuka file flash.

B. Mengenal Jendela Kerja

1.    Mengenal Menu Dasar

Berikut merupakan tampilan standar jendela kerja Flash 8, saat Anda memulai membuat file baru.

image

Jendela kerja Flash 8 terdiri atas :

  • Menubar

Berisi kumpulan menu atau perintah-perintah yang digunakan dalam Flash 8.

•    Toolbar

Toolbar merupakan panel berisi berbagai macam tool. Tool-tool tersebut dikelompokkan menjadi   empat   kelompok: 

1. Tools;   berisi   tombol-tombol   untuk membuat  dan  mengedit  gambar,  

2. View;  untuk  mengatur  tampilan  lembar  kerja,

3. Colors; menentukan warna yang dipakai saat mengedit,

4. Option; alat bantu lain untuk mengedit gambar.

 

Nama

Fungsi

Shortcut

Selection Tool

Memilih dan memindahkan objek

V

Subselection Tool

Mengubah bentuk objek dengan edit points

A

Free Transform Tool

Mengubah ukuran atau memutar bentuk objek sesuai keinginan

Q

Gradient Transform Tool

Mengubah warna gradasi

F

Line Tool

Membuat garis

N

Lasso Tool

Menyeleksi bagian objek yang akan diedit

L

Pen Tool

Membuat bentuk objek secara bebas berupa dengan titik-titik sebagai penghubung

P

Text Tool

Membuat teks (kata atau kalimat)

T

Oval Tool

Membuat objek elips atau lingkaran

O

Ractangle Tool

Membuat objek berbentuk segi empat atau segi banyak

R

Pencil Tool

Menggambar objek secara bebas

Y

Brush Tool

Menggambar objek secara bebas dengan ukuran ketebalan dan bentuk yang sudah disediakan

B

Ink Bottle Tool

Memberi warna garis tepi (outline)

S

Paint Bucket Tool

Memberi warna pada objek secara bebas

K

Eyedropper Tool

Mengambil contoh warna

I

Eraser Tool

Menghapus objek

E

Mengembalikan Folder yang Hilang karena Terserang Virus

Ketika kita bekerja dengan komputer, virus merupakan musuh akrab Anda. Ia sangat mirip dengan virus biologis yang ada pada kehidupan nyata. Kebanyakan, atau bahkan mungkin semua virus komputer, menempelkan dirinya pada file/folder yang dijangkitinya. Seperti sifat alamiahnya, virus menggunakan file/folder sebagai tempat mempertahankan eksistensinya dan melakukan aktivitasnya sesuai yang diharapkan oleh para pembuatnya. Memang, aktivitas virus ada yang tidak berbahaya, misalnya hanya mengganggu pengguna dengan menampilkan pesan dan gambar, atau membuat folder kosong dengan nama acak. Akan tetapi, ada virus yang berbahaya, yaitu virus yang dapat merusak sistem. Bagaimana dengan virus yang menyerang file, folder, dan merusak sistem komputer tersebut?

Virus ganas biasanya dikategorikan sebagai virus yang dapat mendelete atau menyembunyikan (hidden) file/folder yang dijangkitinya.

Kita akan membahas bagaimana mengembalikan file yang hilang karena terserang virus dengan extension .scr. Cara kerja virus semacam ini memang tergolong sederhana, tapi cukup menyulitkan para korbannya. Virus semacam ini akan berusaha menjalankan aktivitasnya dengan cara men-delete folder terjangkit. Sebenarnya virus ini tidak menghapusnya, tapi hanya menyembunyikan folder beserta isinya saja. Cara kerja virus ini adalah dengan membuat setiap folder di komputer menjadi file aplikasi yang memorinya akan digandakan menjadi 32 Kb (akan tertulis saat kita membukanya). Jika kita coba membersihkannya dengan antivirus, maka virus ini akan clean/hilang. Lalu apa masalahnya? Bukankah memang begitu kerja antivirus? Ya, itu yang akan terjadi pada virus biasa, tapi tidak pada virus ini. Efek yang ditimbulkan dari scaning tadi adalah folderfolder beserta isinya yang terjangkit virus ini akan ter-delete/hilang. File atau folder yang Anda miliki mendadak lenyap.

Seperti yang dijelaskan di atas, folder yang terjangkit ini sebenarnya tidak hilang, tetapi hanya disembunyikan saja. Dengan system “command prompt” kita akan mulai mengembalikan folder yang disembunyikan tadi.

Menggunakan Command Prompt

Untuk mengembalikan folder yang hilang tadi, langsung saja masuklah pada program system command prompt:. Setelah jendela command prompt, langkah berikutnya adalah:

1. Ketiklah attrib /? untuk menampilkan bantuan penggunaan beberapa kode untuk perintah attrib.

2. Berikut penjelasan tentang kode yang dapat digunakan untuk mengaplikasikan perintah attrib:

• tanda (+) untuk sets an attribute

• tanda (-) untuk Clears an attribute

• huruf R untuk read-only file attributes

• huruf A untuk Archive file attribute

• huruf S untuk System file attribute

• huruf H untuk Hidden file attribute

• /S untuk proses penyamaan file di dalam folder sebelumnya dan semua subfolder yang ada di komputer

• /D untuk proses yang akan dilakukan terhadap folder itu sendiri

3. Kembali ke folder yang ingin kita kembalikan seperti semula, pertama kita ketikkan pada command prompt drive yang dulunya terdapat folder yang ingin Anda kembalikan:

• Ketikkan perintah ini pada command prompt, “C:” (tanpa kutip) jika drive C yang terdapat folder yang ter-delete, atau “D:” jika drive D yang terdapat folder yang ter-delete, atau

drive lain yang dulunya terdapat folder yang kita cari.

• Tekan Enter. Maka di bawahnya akan muncul C:\>.

• Kemudian ketiklah “attrib –s –h *.* /S /D” (tanpa tanda kutip).

• Setelah itu tekan Enter dan refresh komputer Anda, seketika file/folder yang semula hilang (tersembunyi) akan muncul kembali.

image

Dengan cara ini, Anda sekarang tak perlu khawatir dengan virus jenis ini, dan Anda dapat membantu banyak teman yang memiliki masalah seperti ini.

Membuat File *.bat dengan Notepad

Untuk lebih mudah mengembalikan file/folder seperti yang dijelaskandi atas, kita akan coba membuat sebuah file atau software. Software ini sangat sederhana dan bersifat portable. Fungsinya untuk mengembalikan file/folder tanpa harus mengetik berulang-ulang pada jendela cmd. Software ini sangat bermanfaat ketika file/folder yang akan kita kembalikan terletak di tempat yang berlainan dan drive yang berlainan pula. Contohnya, file 1 terletak pada E:\Yan Simba Patria\Software dan file 2 terletak pada F:\Dokumen. Kita tidak harus mengetik dua kali perintah pengembalian pada cmd. Ada sebuah cara yang dapat Anda lakukan untuk mempermudahnya.

Berikut trik yang dapat mempermudah proses pengembalian file:

1. Buka aplikasi notepad.exe.

2. Ketikkan perintah berikut:

attrib –s –h *.* /S /D

image

3. Setelah itu pilih File Save as….

4. Akan muncul jendela Save as.

5. Seperti proses Save as biasa, perbedaannya terletak pada pemberian nama dan format.

6. Ketik nama file yang akan Anda simpan dengan nama sesuka Anda.

7. Pada bagian belakang nama yang sudah Anda buat, berilah format *.bat (Gambar 3.3). Pada contoh di atas adalah “Mengembalikan file.bat”.

8. Klik tombol Save.

image

9. Cari di mana Anda menyimpan file ini.

10. Jika Anda berhasil, akan terdapat file dengan tipe MS-DOS Batch File.

11. Lekatkan file ini pada tempat yang berisi file yang hilang karena ter-delete virus, contohnya E:\Yan Simba Patria\Software.

12. Klik dua kali pada file ini.

13. Akan keluar jendela cmd dengan isi perintah sama seperti yang kita ketikkan pada notepad.

14. Setelah proses selesai, refresh komputer Anda.

15. Seketika file/folder yang ter-delete oleh virus akan muncul kembali.

Cara ini akan sangat membantu Anda dalam proses pengembalian file. Selain perintah yang dituliskan pada notepad di atas, Anda juga dapat mengisinya dengan perintah-perintah lain pada sistem DOS. Dan Anda tak perlu terus-menerus mengetikkan perintah yang sama untuk tempat yang berbeda.

image

Mengatasi Virus autorun.inf

Autorun.inf adalah sebuah file yang berisi kode yang dirancang untuk memulai suatu aplikasi dengan otomatis. File ini biasanya dimasukkan pada CD/DVD, flashdisk. Contohnya pada saaat Anda memasukkan sebuah CD software ke komputer Anda, dan tanpa Anda membuka isi CD yang Anda masukkan, tiba-tiba software langsung masuk pada tahap penginstalan. Nah, seperti inilah cara kerja dari file autorun.inf yang sudah diberi kode untuk menjalankan sebuah aplikasi. Bahaya file autorun.inf ini adalah jika file ini telah diprogram untuk menjalankan virus ganas secara otomatis yang dapat menyerang komputer kita.

Virus ini hanya akan tampil seperti gambar di bawah dengan otomatis dan berulang-ulang sampai hampir memenuhi layar komputer Anda. Maka saya anggap virus ini bukan merupakan virus yang berbahaya, namun menjengkelkan. Berikut tampilan jendela virus yang menggunakan file autorun.inf.

image

Jadi, sebenarnya nama autorun.inf sendiri tidak merupakan nama virus, namun pada beberapa virus memakai file ini. Yang akan kita bahas dalam demo kali ini adalah virus yang menggunakan file autorun.inf pada flashdisk, dan akan bekerja secara otomatis. Biasanya kita mengatasi virus ini dengan PCMAV (karena antivirus ini lebih sensitif terhadap virus lokal). Dalam demo kali ini kita akan mempelajari cara yang berbeda dalam mengatasinya.

Menggunakan gpedit.msc

Ikuti langkah-langkah untuk mengatasi virus autorun.inf:

1. Klik Start – pilih Run.

2. Tuliskan gpedit.msc.

3. Tekan Enter atau OK.

image

Setelah itu akan muncul jendela baru, yaitu Group Policy.

4. Pada jendela Group Policy masuklah pada User Configuration – Administrative Templates – System.

5. Pada bagian kanan jendela Group Policy carilah setting “Turn off Autoplay”.

6. Klik dua kali (klik kanan – Properties) pada “Turn off Autoplay” maka akan keluar jendela baru, yaitu Turn off Autoplay Properties. Gantilah tanda centang menjadi enable. Dan pada “Turn off Autoplay on:” gantilah dengan All drives.

7. Kemudian tekan OK/Enter, maka system autoplay untuk semua drives (termasuk CD-ROM drives) telah dinonaktifkan.

image

Berikut tampilan Turn off Autoplay Properties.

image

8. Untuk mencoba apakah Autoplay pada komputer sudah mati, coba masukkan CD/DVD atau flashdisk ke dalam computer Anda.

Bersihkan Startup dari Pesan Virus

virus

Pernahkan Anda juga dibikin jengkel oleh pesan virus yang selalu muncul setiap menghidupkan komputer? Itu dapat dialami oleh siapa saja, yaitu saat Windows startup, kita dipaksa menekan sekali atau bahkan berulang kali agar pesan atau gambar yang dimunculkan oleh virus dapat ditutup (close).

Pertama kita akan mulai dengan Autorun Registry, yaitu subkey registry (cabang syaraf) Windows yang berfungsi menjalankan secara otomatis suatu program pada saat Windows dihidupkan (startup). Jadi, kita dapat memilih apa yang ingin dan tidak ingin kita tampilkan pada saat Windows dihidupkan. Kali ini kita akan mempraktikkan langkah-langkah untuk menghilangkan pesan virus yang menjengkelkan seperti yang sudah dikatakan di atas.

Menggunakan Msconfig

Tools standar Windows untuk memeriksa konfigurasi autorun salah satunya adalah program System Configuration Utility atau lebih sering dipanggil dengan nama msconfig. Program ini akan digunakan untuk demo kali ini, yang dapat dipanggil dengan cara:

1. Klik menu Start – pilih Run.

2. Tuliskan msconfig.

3. Tekan Enter atau OK.

Setelah Anda menekan Enter maka muncullah jendela System Configuration Utility atau msconfig yang mempunyai beberapa tab. Kita hanya akan membicarakan tentang tab Startup saja. Tab ini berfungsi mengetahui program apa saja yang akan dijalankan pada saat Windows diaktifkan. Berikut tampilan normal dari tab Startup msconfig.

Pada tahap ini kita hanya membutuhkan kejelian, karena biasanya virus akan membuat suatu nama yang dapat mengelabui kita dengan cara memberi nama yang mirip dengan sistem Windows, misalnya rundlll.exe, svc0host.exe, windows.exe dan lain sebagainya. Jadi, jangan terkecoh dengan nama-nama yang mirip dengan system Windows seperti pada contoh di atas.

Pada tab Startup terdapat banyak kolom, di antaranya “Startup Item” yaitu kolom yang berisi program yang akan dijalankan pada saat Windows dihidupkan. Kolom “Command” berisi parameter program yang diaktifkan dan file yang mengaktifkannya. Dan kolom “Location” menunjukkan lokasi subkey (syaraf) registry yang menyimpan setting data ini.

Sebagai contoh, nama pServerMouse ini adalah milik program yang bernama pServerMouse.exe yang berada di drive C:\pServerMouse.exe. Program ini adalah sebuah virus yang biasanya memunculkan pesan pada saat Windows dijalankan. Sebagai contoh, kita akan menonaktifkan virus ini. Caranya dengan menghilangkan tanda centang pada checklist Jika program pada Startup Item berada pada keadaan dicentang, artinya program ini secara otomatis akan aktif pada saat Windows dijalankan, sebaliknya jika dalam keadaan tanpa tanda centang, program ini tidak akan aktif pada saat Windows dijalankan.

Setelah Anda hilangkan tanda centang pada program yang Anda curigai, klik “OK” dan lakukanlah proses booting ulang agar komputer mengetahui perubahan yang terjadi.

Jadi, sekarang Anda akan merasa nyaman dengan komputer Anda, dan tidak lagi harus menekan pilihan yang ada pada program virus berulang-ulang pada saat Windows startup.

Menggunakan Regedit (Registry Editor)

Selain tools standar Windows, msconfig, ada juga yang disebut Registry Editor atau biasa disebut Regedit. File yang mengaktifkan program ini adalah regedit.exe. Registry Editor adalah program yang dapat dipakai untuk mengatur konfigurasi autorun. Untuk memanggil program Regedit ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Klik menu Start – pilih Run.

2. Tuliskan regedit.

3. Tekan Enter atau OK.

Catatan:

sebelum Anda melakukan perubahan pada registry, saya sangat menyarankan agar Anda melakukan Back-up terlebih dahulu pada registry. Dengan cara:

1. Pilih menu File Export….

2. Pilih All pada Export range.

3. Tentukan nama dan tempat, kemudian klik tombol Save.

Program Registry Editor akan muncul, lalu pergilah ke lokasi:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run

Klik berulang kali pada subkey yang terlihat, sehingga lokasi tersebut dapat ditemukan.

Pada subkey Run inilah biasanya virus akan menuliskan value baru untuk dapat mengaktifkan program virus. Karena kita bermaksud memeriksa dan menghilangkan program virus dari startup Windows, maka kliklah nama value virus dan tekan DEL lalu tekan Yes/Enter.

Sebagai contoh, Anda ingin menghapus program yang dicurigai dengan nama value App dengan type REG_SZ dan dengan data C:\pServerMouse.exe, maka sorotlah program tersebut, klik kanan – delete, kemudian klik Yes/Enter. Dan jika Anda ingin mengembalikan program yang telanjur Anda delete, maka terpaksa Anda harus mengetik kembali nama value yang diinginkan atau membuka file backup yang sebelumnya telah Anda buat. Selain lokasi pencarian yang sudah diterapkan di atas, masih ada lokasi yang perlu kita periksa untuk mencari keberadaan virus, diantaranya:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsift\Windows\CurrentVersion\RunOnce

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnceEx

HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Run

Seperti yang dijelaskan di atas, virus banyak yang menggunakan nama yang dapat mengecoh. Jika Anda menemukan suatu nama yang menurut Anda aneh, langsung tekan DEL, dan tidak akan mengganggu Anda lagi.