Senin, 14 Januari 2013

Sejarah Desain Grafis


A. Sejarah Desain Grafis

Pelacakan perjalanan sejarah desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (sign & simbol) yang berwujud gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam (flora, fauna,landscape dan lain-lain). Tulisan/ aksara merupakan hasil konversi gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih kompleks dibandingkan gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Contohnya seperti yang ditemukan di dinding gua Lascaux, Perancis.
Lambang/ aksara sebagai alat komunikasi diawali oleh bangsa Punesia (+ 1000 tahun SM), yang saat itu menggunakan bentuk 22 huruf. Kemudian disempurnakan oleh bangsa Yunani (+ 400 tahun SM) antara lain dengan mengubah 5 huruf menjadi huruf hidup. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya bangsa Romawi menetapkan alfabet dari Yunani tersebut menjadi 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Ketika perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua, buku menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak belum ditemukan pada masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan tangan. Konon untuk penyalinan sebuah buku dapat memakan waktu berbulan-bulan. Guna memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan berbagai buku yang semakin meningkat serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes), maka lahirlah huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan bentuk tipis-tebal dan ramping. Efisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini karena ketipis-tebalannya dapat mempercepat kerja penulisan. Disamping itu, dengan keuntungan bentuk yang indah dan ramping, huruf-huruf tersebut dapat dituliskan dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu halaman buku.


Black Letter Script dan

A.2 Era Cetak

Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.
Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”.


Johannes Gutenberg (1398-1468)


Pada perkembangan berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknik cetak Lithografi. Berbeda dengan mesin cetak Guterberg yang memanfaatkan tehnik cetak tinggi, teknik cetak lithografi menggunakan tehnik cetak datar yang memanfaatkan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Nama lithografi tersebut dari master cetak yang menggunakan media batu litho. Tehnik ini memungkinkan untuk melakukan penggambaran secara lebih leluasa dalam bentuk blok-blok serta ukuran besar, juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna. Sehingga masa ini mendukung pesatnya perkembangan seni poster. Masa keemasan ini disebu-sebut sebagai “The Golden Age of The Poster”.
Tokoh-tokoh seni poster tehnik lithogafi (1836-1893) antara lain Jules Cheret dengan karya besarnya “Eldorado: Penari Riang” (1898), “La Loie Fuller: Penari Fuller” (1897), “Quinquina Dubonnet” (1896), “Enu des Sirenes” (1899). Tokoh-tokoh lainya antara lain Henri de Toulouse Lautrec dan Eugene Grasset.
A.3 Perkembangan Lebih Lanjut

Berikut ini merupakan peristiwa-peristiwa penting di dunia yang berperan dalam sejarah perkembangan desain grafis.

1851, The Great Exhibition

Diselenggarakan di taman Hyde London antara bulan Mei hingga Oktober 1851, pada saat Revolusi industri. Pameran besar ini menonjolkan budaya dan industri serta merayakan teknologi industri dan disain. Pameran digelar dalam bangunan berupa struktur besi-tuang dan kaca, sering disebut juga dengan Istana Kristal yang dirancang oleh Joseph Paxton.


Ilustrasi Crystal Palace



Buku optik dari Great Exhibition


1892, Aristide Bruant, Toulouse-Lautrec

Pelukis post-Impressionist dan ilustrator art nouveau Prancis, Henri Toulouse-Lautrec melukiskan banyak sisi Paris pada abad ke sembilan belas dalam poster dan lukisan yang menyatakan sebuah simpati terhadap ras manusia. Walaupun lithography ditemukan di Austria oleh Alois Senefelder pada tahun 1796, Toulouse-Lautrec membantu tercapainya peleburan industri dan seni.

Poster Aristide Bruant
1910, Modernisme

Modernisme terbentuk oleh urbanisasi dan industrialisasi dari masyarakat Barat. Sebuah dogma yang menjadi nafas desain modern adalah "Form follow Function" yang di lontarkan oleh Louis Sullivan.Symbol terkuat dari kejayan modernisme adalah mesin yang juga diartikan sebagai masa depan bagi para pengikutnya. Desain tanpa dekorasi lebih cocok dengan “bahasa mesin”, sehingga karya-karya tradisi yang bersifat ornamental dan dekoratif dianggap tidak sesuai dengan “estetika mesin”.

1916, Dadaisme

Suatu pergerakan seni dan kesusasteraan (1916-1923) yang dikembangkan mengikuti masa Perang Dunia Pertama dan mencari untuk menemukan suatu kenyataan asli hingga penghapusan kultur tradisional dan bentuk estetik. Dadaisme membawa gagasan baru, arah dan bahan, tetapi dengan sedikit keseragaman. Prinsipnya adalah ketidakrasionalan yang disengaja, sifat yang sinis dan anarki, dan penolakan terhadap hukum keindahan.

1916, De Stijl

Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris. Gambar dibawah adalah Red and Blue Chair yang dirancang oleh Gerrit Rietveld.

The Red and Blue Chair
1918, Constructivism

Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris.


Model dari Menara Tatlin, suatu monumen untuk Komunis Internasional.
1919, Bauhaus

Bauhaus dibuka pada tahun 1919 di bawah arahan arsitek terkenal Walter Gropius. Sampai akhirnya harus ditutup pada tahun 1933, Bauhaus memulai suatu pendekatan segar untuk mendisain mengikuti Perang Duni Pertama, dengan suatu gaya yang dipusatkan pada fungsi bukannya hiasan.


Gedung Bauhaus
1928-1930, Gill Sans

Tipograper Eric Gill belajar pada Edward Johnston dan memperhalus tipe huruf Underground ke dalam Gill Sans. Gill Sans adalah sebuah jenis huruf sans serif dengan proporsi klasik dan karakteristik geometris lemah gemulai yang memberinya suatu kemampuan beraneka ragam (great versatility).

Foto Eric Gill
1931, Harry Beck

Perancang grafis Harry Back ( 1903-1974) menciptakan peta bawah tanah London (London Underground Map) pada tahun 1931. Sebuah pekerjaan abstrak yang mengandung sedikit hubungan ke skala fisik. Beck memusatkan pada kebutuhan pengguna dari bagaimana cara sampai dari satu stasiun ke stasiun yang lain dan di mana harus berganti kereta.


Harry Beck dan Peta bawah tanahnya
1950s, International Style

International atau Swiss style didasarkan pada prinsip revolusioner tahun 1920an seperti De Stijl, Bauhaus dan Neue Typography, dan itu menjadi resmi pada tahun 1950an. Grid, prinsip matematika, sedikit dekorasi dan jenis huruf sans serif menjadi aturan sebagaimana tipografi ditingkatkan untuk lebih menunjukkan fungsi universal daripada ungkapan pribadi.

Sampul buku dari Taschen

1951, Helvetica

Diciptakan oleh Max Miedinger seorang perancang dari Swiss, Helvetica adalah salah satu tipe huruf yang paling populer dan terkenal di dunia. Berpenampilan bersih, tanpa garis-garis tak masuk akal berdasarkan pada huruf Akzidenz-Grotesk. Pada awalnya disebut Hass Grostesk, nama tersebut diubah menjadi Helvetica pada tahun 1960. Helvetica keluarga mempunyai 34 model ketebalan dan Neue Helvetica mempunyai 51 model.


Sampul buku Helvetica


1960s, Psychedelia and Pop Art

Kultur yang populer pada tahun 1960an seperti musik, seni, disain dan literatur menjadi lebih mudah diakses dan merefleksikan kehidupan sehari-hari. Dengan sengaja dan jelas, Pop Art berkembang sebagai sebuah reaksi perlawanan terhadap seni abstrak. Gambar dibawah adalah sebuah poster karya Milton Glaser yang menonjolkan gaya siluet Marcel Duchamp dikombinasikan dengan kaligrafi melingkar. Di cetak lebih dari 6 juta eksemplar.

Poster karya Milton Glaser


1984, Émigré

Majalah disain grafis Amerika, Émigré adalah publikasi pertama untuk menggunakan komputer Macintosh, dan mempengaruhi perancang grafis untuk beralih ke desktop publishing ( DTP). Majalah ini juga bertindak sebagai suatu forum untuk eksperimen tipografi.


Sampul Majalah Émigré

Rabu, 21 Desember 2011

Membuat Start dan Shutdown Makin Kencang!

Windows 7 dilengkapi dengan berbagai tool dan software yang berguna. Sayangnya, konfigurasi standar tidak terlalu mengakomodasi performa Windows 7.

Optimasi Services Windows 7

Services merupakan proses yang berjalan di background. Artinya, program berjalan sendiri secara diam-diam, tidak perlu diketahui oleh pengguna umum.

Services digunakan untuk mendukung fitur yang disediakan oleh Windows 7. Jika ada services aktif dan ternyata fitur dari services tersebut tidak dimanfaatkan, tentu hanya akan membuang-buang sumber daya komputer saja.

Penonaktifan services harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak boleh sembarangan. Services yang dinonaktifkan secara asal-asalan dapat mengganggu penggunaan Windows 7 itu sendiri. Anda harus mengetahui services yang aman untuk dinonaktifkan serta jarang digunakan.

Praktek penonaktifan services Windows 7 dapat dilakukan dengan cara berikut:

1. Klik tombol Start pada desktop. Pada kotak pencari, ketikkan services.

2. Klik link Services yang ditampilkan pada Start menu.

3. Maka akan muncul tool Services. Lakukan klik ganda (double click) pada services yang akan dinonaktifkan. Pada contoh ini, Penulis akan menonaktifkan services Application Experience.

image

4. Maka akan muncul kotak dialog Application Experience Properties. Jika services sedang aktif, matikan dulu dengan klik pada tombol Stop.

image

5. Nonaktifkan services dengan memilih Manual pada Startup type. Akhiri dengan klik tombol OK.

6. Jika berhasil, pada kolom Startup Type menjadi Manual.

image

Peringatan: Sebaiknya Anda tidak mematikan services dengan Disable tetapi cukup dengan Manual. Disable berpotensi menimbulkan masalah jika services tersebut diperlukan lagi oleh Windows 7.

Berikut daftar services yang sebaiknya dijalankan secara Manual, bukan otomatis (Automatic).

Application Experience

Diagnostic Policy Service

Distributed Link Tracking Client

IP Helper

Offline Files

Portable Device Enumerator Service

Protected Storage

Remote Registry

Secondary Logon

Tablet PC Input Service

TCP/IP NetBIOS Helper

Windows Error Reporting Service

Windows Media Center Service Launcher

Sedangkan jika tidak digunakan, Anda dapat mematikan services di bawah ini dan menggantinya dengan Manual.

Windows Search : Jika tidak terlalu sering melakukan pencarian melalui Windows 7

Windows Time : Jika tidak melakukan update waktu melalui internet

Themes : Jika hanya menggunakan theme Windows Classic

Server : Jika komputer tidak terkoneksi ke dalam jaringan

Print Spooler : Jika komputer tidak terpasang printer

Computer Browser : Jika komputer tidak terkoneksi ke dalam jaringan

Desktop Window Manager Session Manager : Jika tidak mengaktifkan Aero

 

Prosesor dan RAM untuk Start Windows

Agar komputer dapat menyala lebih cepat, Anda dapat mengatur ukuran RAM dan jumlah inti prosesor yang dipakai untuk menyalakan Windows 7. Caranya sebagai berikut:

1. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan msconfig pada kotak pencari. Tekan Enter keyboard.

2. Pilih tab Boot lalu klik tombol Advanced options.

image

Tip: Agar lebih cepat melakukan booting, Anda dapat menonaktifkan GUI. Caranya, centang pada No GUI Boot.

3. Aktifkan Number of processor dan Maximum memory.

4. Gunakan nilai maksimal untuk komputer Anda. Jika jumlah inti prosesor komputer ada dua, gunakan nilai 2 pada Number of processors. Prosesor yang menggunakan dua inti, antara lain Pentium 4 Dual Core, Core 2 Duo, Athlon X2, Turion X2, Phenom, Intel Atom.

5. Pada Maximum memory, ketikkan jumlah RAM maksimal Anda. Klik tombol OK.

image

6. Setelah dilakukan konfigurasi ulang, komputer harus dinyalakan ulang. Klik tombol Restart untuk menyalakan ulang komputer sekarang. Sedangkan jika ingin restart nanti, klik tombol Exit without restart.

image

Mematikan Password Start Windows

Saat Windows 7 dinyalakan (booting), pengguna harus mengetikkan password. Tentu komputer menjadi lebih aman. Namun, jika komputer sudah aman, seperti digunakan sendiri di rumah, fitur ini bisa memperlambat proses penyalaan komputer. Anda dapat mengubah proses login sehingga tidak harus memasukkan password. Caranya sebagai berikut:

1. Klik tombol Start pada desktop lalu ketik netplwiz pada kotak pencari.

2. Klik link netplwiz yang ditampilkan pada menu Start.

3. Maka akan muncul jendela User Accounts. Klik Users must enter a user nama and password to use this computer sehingga tidak tercentang . Klik tombol OK.

4. Maka Anda harus memasukkan password untuk melakukan konfirmasi. Klik OK.

image

Setelah komputer dinyalakan ulang, Anda tidak perlu lagi memasukkan password setiap kali masuk sebagai user Radian.

Mengatur Program Startup

Program aplikasi sering menempatkan dirinya pada Startup sehingga akan dijalankan otomatis pada saat Windows menyala. Tentu saja efek negatifnya adalah komputer menjadi semakin lama untuk booting. Jika komputer Anda terinstal banyak program, pengaturan program Startup sudah menjadi keharusan.

Program akan dijalankan secara otomatis dengan salah satu metode berikut:

1. Menempatkan shortcut pada folder Startup. Anda dapat melihatnya melalui Start menu. Startup biasanya ada dalam salah satu folder berikut:

C:\ProgramData\Microsoft\Windows\Start Menu\Programs\Startup

C:\Users\Radian\AppData\Roaming\Microsoft\Windows\StartMenu\Programs\Startup

2. Menggunakan registry untuk menuliskan informasi program aplikasi. Registry untuk Startup berada pada salah satu isi berikut ini.

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce

Anda dapat melihat sendiri entri registry melalui Registry Editor. Caranya sebagai berikut:

1. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan regedit pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.

2. Buka salah satu folder registry di atas. Di bawah ini adalah contoh tampilannya. Maka akan terlihat beberapa program yang dinyalakan bersamaan dengan Windows 7.

image

Untuk mematikan Startup program pada registry dan folder Startup, jangan dilakukan dengan menghapus entri registry atau ikon dalam folder Startup. Sebaiknya digunakan tool msconfig dengan cara berikut:

1. Klik tombol Start desktop lalu ketikan msconfig pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.

2. Klik pada tab Startup lalu pilih aplikasi mana saja yang akan dijalankan saat komputer start (tercentang ) dan program aplikasi yang tidak (tidak tercentang ). Klik tombol OK.

image

3. Klik tombol Exit without restart untuk keluar tanpa menyalakan ulang komputer.

Mengatur Task Scheduler

Task scheduler merupakan tool Windows 7 yang digunakan untuk menjalakan program aplikasi secara terjadwal (berkala). Task scheduler memudahkan eksekusi program secara otomatis pada saat-saat tertentu. Sayangnya, program yang tidak terlalu penting hanya akan memakan sumber daya dan membuat kinerja komputer menjadi lamban. Anda dapat mengatur schedule penting untuk diaktifkan sedangkan lainnya dapat dimatikan. Caranya sebagai berikut:

1. Klik tombol Start desktop lalu klik All Programs. Buka Accessories > System Tools > Task Scheduler.

2. Perhatikan daftar pada Active Tasks. Klik sembarang nama dalam daftar Task Name.

image

Keterangan: Jika daftar task di Active Tasks tidak muncul, klik pada bagian judul Active Tasks.

3. Pada contoh ini, Penulis ingin mematikan task untuk update software printer HP. Untuk itu, klik pada HP online update program.

4. Matikan dengan klik menu Disable di bawah Selected Item.

5. Jika berhasil, akan muncul keterangan Disabled.

Mengatur Prefetch

Prefetch merupakan services Windows 7 untuk memantau program aplikasi yang sering digunakan. Program-program tersebut akan dimasukkan ke dalam RAM ketika Windows mulai dinyalakan. Manfaatnya adalah aplikasi dapat dijalankan lebih cepat karena sudah ada dalam memori komputer.

Ada empat jenis konfigurasi prefetch yang dapat dilakukan dengan mengatur nilai EnablePrefetcher (1-4) pada regsitry:

1. Prefetch dimatikan.

2. Prefetch diterapkan hanya pada program aplikasi.

3. Prefetch diterapkan hanya pada file-file sistem untuk booting. Konfigurasi ini cocok untuk komputer yang banyak terinstal program aplikasi dengan penggunaan bervariasi.

4. Prefetch untuk program aplikasi dan booting. Konfigurasi ini cocok jika komputer Anda hanya mempunyai sedikit program aplikasi terinstal dan sering menggunakan program aplikasi tertentu saja.

Pengeditan konfigurasi prefetch dapat dilakukan dengan langkah berikut.

1. Jalankan registry editor. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan regedit pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.

2. Jelajahi bagian berikut:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\Memory Management\PrefetchParameters.

3. Klik ganda pada EnablePrefetcher.

image

4. Pada contoh ini, Penulis hanya mengaktifkan prefetch booting. Untuk itu, gunakan nilai 2 pada Value data lalu klik tombol OK.

image

5. Tutup aplikasi Registry Editor. Anda dapat melihat hasilnya setelah komputer dinyalakan ulang.

Percepat Proses Shutdown

Pada komputer yang terisi dengan banyak aplikasi, proses shutdown dapat memakan waktu lama. Anda dapat mengatasinya dengan mempersingkat kill time. Kill time menentukan waktu tunggu program aplikasi untuk ditutup. Jika sudah melewati batas waktu kill time, maka Windows 7 akan dimatikan dan semua program aplikasi dipaksa untuk dimatikan.

Untuk mengatur waktu kill time, lakukan langkah berikut:

1. Jalankan registry editor. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan regedit pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.

2. Buka pada bagian HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control.

image

3. Klik ganda pada WaitToKillServiceTimeout. Ketikkan nilai pada Value data. Satuan yang digunakan adalah milidetik. Nilai default 12000 (12 detik) dapat Anda kecilkan, misalnya menjadi 5000 (5 detik). Klik OK.

image

MENGENAL MACROMEDIA FLASH 8

A.  Cara Membuka

Untuk membuka program Macromedia Flash 8 Anda dapat melakukan cara berikut:

  • Pilih Start > Program > Macromedia > Flash 8

Atau

  • Pilih Ikon Flash 8 image pada dekstop (Layar monitor).

Beberapa saat akan muncul jendela dialog seperti berikut.

image

Pilih Create New > Flash Document untuk memulai membuat file baru.

Pilih Open a Recent New > Open untuk membuka file flash.

B. Mengenal Jendela Kerja

1.    Mengenal Menu Dasar

Berikut merupakan tampilan standar jendela kerja Flash 8, saat Anda memulai membuat file baru.

image

Jendela kerja Flash 8 terdiri atas :

  • Menubar

Berisi kumpulan menu atau perintah-perintah yang digunakan dalam Flash 8.

•    Toolbar

Toolbar merupakan panel berisi berbagai macam tool. Tool-tool tersebut dikelompokkan menjadi   empat   kelompok: 

1. Tools;   berisi   tombol-tombol   untuk membuat  dan  mengedit  gambar,  

2. View;  untuk  mengatur  tampilan  lembar  kerja,

3. Colors; menentukan warna yang dipakai saat mengedit,

4. Option; alat bantu lain untuk mengedit gambar.

 

Nama

Fungsi

Shortcut

Selection Tool

Memilih dan memindahkan objek

V

Subselection Tool

Mengubah bentuk objek dengan edit points

A

Free Transform Tool

Mengubah ukuran atau memutar bentuk objek sesuai keinginan

Q

Gradient Transform Tool

Mengubah warna gradasi

F

Line Tool

Membuat garis

N

Lasso Tool

Menyeleksi bagian objek yang akan diedit

L

Pen Tool

Membuat bentuk objek secara bebas berupa dengan titik-titik sebagai penghubung

P

Text Tool

Membuat teks (kata atau kalimat)

T

Oval Tool

Membuat objek elips atau lingkaran

O

Ractangle Tool

Membuat objek berbentuk segi empat atau segi banyak

R

Pencil Tool

Menggambar objek secara bebas

Y

Brush Tool

Menggambar objek secara bebas dengan ukuran ketebalan dan bentuk yang sudah disediakan

B

Ink Bottle Tool

Memberi warna garis tepi (outline)

S

Paint Bucket Tool

Memberi warna pada objek secara bebas

K

Eyedropper Tool

Mengambil contoh warna

I

Eraser Tool

Menghapus objek

E

Mengembalikan Folder yang Hilang karena Terserang Virus

Ketika kita bekerja dengan komputer, virus merupakan musuh akrab Anda. Ia sangat mirip dengan virus biologis yang ada pada kehidupan nyata. Kebanyakan, atau bahkan mungkin semua virus komputer, menempelkan dirinya pada file/folder yang dijangkitinya. Seperti sifat alamiahnya, virus menggunakan file/folder sebagai tempat mempertahankan eksistensinya dan melakukan aktivitasnya sesuai yang diharapkan oleh para pembuatnya. Memang, aktivitas virus ada yang tidak berbahaya, misalnya hanya mengganggu pengguna dengan menampilkan pesan dan gambar, atau membuat folder kosong dengan nama acak. Akan tetapi, ada virus yang berbahaya, yaitu virus yang dapat merusak sistem. Bagaimana dengan virus yang menyerang file, folder, dan merusak sistem komputer tersebut?

Virus ganas biasanya dikategorikan sebagai virus yang dapat mendelete atau menyembunyikan (hidden) file/folder yang dijangkitinya.

Kita akan membahas bagaimana mengembalikan file yang hilang karena terserang virus dengan extension .scr. Cara kerja virus semacam ini memang tergolong sederhana, tapi cukup menyulitkan para korbannya. Virus semacam ini akan berusaha menjalankan aktivitasnya dengan cara men-delete folder terjangkit. Sebenarnya virus ini tidak menghapusnya, tapi hanya menyembunyikan folder beserta isinya saja. Cara kerja virus ini adalah dengan membuat setiap folder di komputer menjadi file aplikasi yang memorinya akan digandakan menjadi 32 Kb (akan tertulis saat kita membukanya). Jika kita coba membersihkannya dengan antivirus, maka virus ini akan clean/hilang. Lalu apa masalahnya? Bukankah memang begitu kerja antivirus? Ya, itu yang akan terjadi pada virus biasa, tapi tidak pada virus ini. Efek yang ditimbulkan dari scaning tadi adalah folderfolder beserta isinya yang terjangkit virus ini akan ter-delete/hilang. File atau folder yang Anda miliki mendadak lenyap.

Seperti yang dijelaskan di atas, folder yang terjangkit ini sebenarnya tidak hilang, tetapi hanya disembunyikan saja. Dengan system “command prompt” kita akan mulai mengembalikan folder yang disembunyikan tadi.

Menggunakan Command Prompt

Untuk mengembalikan folder yang hilang tadi, langsung saja masuklah pada program system command prompt:. Setelah jendela command prompt, langkah berikutnya adalah:

1. Ketiklah attrib /? untuk menampilkan bantuan penggunaan beberapa kode untuk perintah attrib.

2. Berikut penjelasan tentang kode yang dapat digunakan untuk mengaplikasikan perintah attrib:

• tanda (+) untuk sets an attribute

• tanda (-) untuk Clears an attribute

• huruf R untuk read-only file attributes

• huruf A untuk Archive file attribute

• huruf S untuk System file attribute

• huruf H untuk Hidden file attribute

• /S untuk proses penyamaan file di dalam folder sebelumnya dan semua subfolder yang ada di komputer

• /D untuk proses yang akan dilakukan terhadap folder itu sendiri

3. Kembali ke folder yang ingin kita kembalikan seperti semula, pertama kita ketikkan pada command prompt drive yang dulunya terdapat folder yang ingin Anda kembalikan:

• Ketikkan perintah ini pada command prompt, “C:” (tanpa kutip) jika drive C yang terdapat folder yang ter-delete, atau “D:” jika drive D yang terdapat folder yang ter-delete, atau

drive lain yang dulunya terdapat folder yang kita cari.

• Tekan Enter. Maka di bawahnya akan muncul C:\>.

• Kemudian ketiklah “attrib –s –h *.* /S /D” (tanpa tanda kutip).

• Setelah itu tekan Enter dan refresh komputer Anda, seketika file/folder yang semula hilang (tersembunyi) akan muncul kembali.

image

Dengan cara ini, Anda sekarang tak perlu khawatir dengan virus jenis ini, dan Anda dapat membantu banyak teman yang memiliki masalah seperti ini.

Membuat File *.bat dengan Notepad

Untuk lebih mudah mengembalikan file/folder seperti yang dijelaskandi atas, kita akan coba membuat sebuah file atau software. Software ini sangat sederhana dan bersifat portable. Fungsinya untuk mengembalikan file/folder tanpa harus mengetik berulang-ulang pada jendela cmd. Software ini sangat bermanfaat ketika file/folder yang akan kita kembalikan terletak di tempat yang berlainan dan drive yang berlainan pula. Contohnya, file 1 terletak pada E:\Yan Simba Patria\Software dan file 2 terletak pada F:\Dokumen. Kita tidak harus mengetik dua kali perintah pengembalian pada cmd. Ada sebuah cara yang dapat Anda lakukan untuk mempermudahnya.

Berikut trik yang dapat mempermudah proses pengembalian file:

1. Buka aplikasi notepad.exe.

2. Ketikkan perintah berikut:

attrib –s –h *.* /S /D

image

3. Setelah itu pilih File – Save as….

4. Akan muncul jendela Save as.

5. Seperti proses Save as biasa, perbedaannya terletak pada pemberian nama dan format.

6. Ketik nama file yang akan Anda simpan dengan nama sesuka Anda.

7. Pada bagian belakang nama yang sudah Anda buat, berilah format *.bat (Gambar 3.3). Pada contoh di atas adalah “Mengembalikan file.bat”.

8. Klik tombol Save.

image

9. Cari di mana Anda menyimpan file ini.

10. Jika Anda berhasil, akan terdapat file dengan tipe MS-DOS Batch File.

11. Lekatkan file ini pada tempat yang berisi file yang hilang karena ter-delete virus, contohnya E:\Yan Simba Patria\Software.

12. Klik dua kali pada file ini.

13. Akan keluar jendela cmd dengan isi perintah sama seperti yang kita ketikkan pada notepad.

14. Setelah proses selesai, refresh komputer Anda.

15. Seketika file/folder yang ter-delete oleh virus akan muncul kembali.

Cara ini akan sangat membantu Anda dalam proses pengembalian file. Selain perintah yang dituliskan pada notepad di atas, Anda juga dapat mengisinya dengan perintah-perintah lain pada sistem DOS. Dan Anda tak perlu terus-menerus mengetikkan perintah yang sama untuk tempat yang berbeda.

image

Mengatasi Virus autorun.inf

Autorun.inf adalah sebuah file yang berisi kode yang dirancang untuk memulai suatu aplikasi dengan otomatis. File ini biasanya dimasukkan pada CD/DVD, flashdisk. Contohnya pada saaat Anda memasukkan sebuah CD software ke komputer Anda, dan tanpa Anda membuka isi CD yang Anda masukkan, tiba-tiba software langsung masuk pada tahap penginstalan. Nah, seperti inilah cara kerja dari file autorun.inf yang sudah diberi kode untuk menjalankan sebuah aplikasi. Bahaya file autorun.inf ini adalah jika file ini telah diprogram untuk menjalankan virus ganas secara otomatis yang dapat menyerang komputer kita.

Virus ini hanya akan tampil seperti gambar di bawah dengan otomatis dan berulang-ulang sampai hampir memenuhi layar komputer Anda. Maka saya anggap virus ini bukan merupakan virus yang berbahaya, namun menjengkelkan. Berikut tampilan jendela virus yang menggunakan file autorun.inf.

image

Jadi, sebenarnya nama autorun.inf sendiri tidak merupakan nama virus, namun pada beberapa virus memakai file ini. Yang akan kita bahas dalam demo kali ini adalah virus yang menggunakan file autorun.inf pada flashdisk, dan akan bekerja secara otomatis. Biasanya kita mengatasi virus ini dengan PCMAV (karena antivirus ini lebih sensitif terhadap virus lokal). Dalam demo kali ini kita akan mempelajari cara yang berbeda dalam mengatasinya.

Menggunakan gpedit.msc

Ikuti langkah-langkah untuk mengatasi virus autorun.inf:

1. Klik Start – pilih Run.

2. Tuliskan gpedit.msc.

3. Tekan Enter atau OK.

image

Setelah itu akan muncul jendela baru, yaitu Group Policy.

4. Pada jendela Group Policy masuklah pada User Configuration – Administrative Templates – System.

5. Pada bagian kanan jendela Group Policy carilah setting “Turn off Autoplay”.

6. Klik dua kali (klik kanan – Properties) pada “Turn off Autoplay” maka akan keluar jendela baru, yaitu Turn off Autoplay Properties. Gantilah tanda centang menjadi enable. Dan pada “Turn off Autoplay on:” gantilah dengan All drives.

7. Kemudian tekan OK/Enter, maka system autoplay untuk semua drives (termasuk CD-ROM drives) telah dinonaktifkan.

image

Berikut tampilan Turn off Autoplay Properties.

image

8. Untuk mencoba apakah Autoplay pada komputer sudah mati, coba masukkan CD/DVD atau flashdisk ke dalam computer Anda.