Selasa, 08 Oktober 2013
Profil Perusahaan FujiFilm
Rabu, 03 Juli 2013
[Game AI] Gh-Od-Zilla - Pengantar Teknologi Game
Game yang kelompok kami buat adalah Gh-Od-Zilla. Gh-Od-Zilla merupakan permainan pertarungan antara dua karakter yaitu Ozilla (user) dan Seojiro (AI) yang dibuat dengan menggunakan Visual Basic 6. Pada permainan ini masing-masing karakter mempunyai health point yang sama banyak. Seojiro akan berusaha mengalahkan Ozilla dengan mengejar dan memukulnya.
![]() |
| Ozilla (User) VS Seojiro (AI) |
![]() |
| Seojiro (AI) Menyerang Ozilla (User) |
![]() |
| Ozilla (User) Berlari Ke Arah Seojiro (AI) |
![]() |
| Ozilla (User) Dan Seojiro (AI) Saling Serang |
Karakter dalam game ini dapat dikatakan menang jika berhasil membuat health point lawannya habis
Karakter dalam game ini dapat dikatakan menang jika berhasil membuat health point lawannya habis
![]() |
| Ozilla (User) Kalah |
![]() |
| Ozilla (User) Menang |
Kelompok Pengantar Teknologi Game:
- Ahmad Fauzi (50410373)
- Ghaffar Rizqi (52410986)
- Siti Khodijah Desvania (56410597)
Senin, 14 Januari 2013
Sejarah Desain Grafis
Pelacakan perjalanan sejarah desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (sign & simbol) yang berwujud gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam (flora, fauna,landscape dan lain-lain). Tulisan/ aksara merupakan hasil konversi gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih kompleks dibandingkan gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Contohnya seperti yang ditemukan di dinding gua Lascaux, Perancis.
Lambang/ aksara sebagai alat komunikasi diawali oleh bangsa Punesia (+ 1000 tahun SM), yang saat itu menggunakan bentuk 22 huruf. Kemudian disempurnakan oleh bangsa Yunani (+ 400 tahun SM) antara lain dengan mengubah 5 huruf menjadi huruf hidup. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya bangsa Romawi menetapkan alfabet dari Yunani tersebut menjadi 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Ketika perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua, buku menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak belum ditemukan pada masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan tangan. Konon untuk penyalinan sebuah buku dapat memakan waktu berbulan-bulan. Guna memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan berbagai buku yang semakin meningkat serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes), maka lahirlah huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan bentuk tipis-tebal dan ramping. Efisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini karena ketipis-tebalannya dapat mempercepat kerja penulisan. Disamping itu, dengan keuntungan bentuk yang indah dan ramping, huruf-huruf tersebut dapat dituliskan dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu halaman buku.

A.2 Era Cetak
Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.
Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”.

Tokoh-tokoh seni poster tehnik lithogafi (1836-1893) antara lain Jules Cheret dengan karya besarnya “Eldorado: Penari Riang” (1898), “La Loie Fuller: Penari Fuller” (1897), “Quinquina Dubonnet” (1896), “Enu des Sirenes” (1899). Tokoh-tokoh lainya antara lain Henri de Toulouse Lautrec dan Eugene Grasset.
A.3 Perkembangan Lebih Lanjut
Berikut ini merupakan peristiwa-peristiwa penting di dunia yang berperan dalam sejarah perkembangan desain grafis.
1851, The Great Exhibition
Diselenggarakan di taman Hyde London antara bulan Mei hingga Oktober 1851, pada saat Revolusi industri. Pameran besar ini menonjolkan budaya dan industri serta merayakan teknologi industri dan disain. Pameran digelar dalam bangunan berupa struktur besi-tuang dan kaca, sering disebut juga dengan Istana Kristal yang dirancang oleh Joseph Paxton.



Pelukis post-Impressionist dan ilustrator art nouveau Prancis, Henri Toulouse-Lautrec melukiskan banyak sisi Paris pada abad ke sembilan belas dalam poster dan lukisan yang menyatakan sebuah simpati terhadap ras manusia. Walaupun lithography ditemukan di Austria oleh Alois Senefelder pada tahun 1796, Toulouse-Lautrec membantu tercapainya peleburan industri dan seni.
1910, Modernisme
Modernisme terbentuk oleh urbanisasi dan industrialisasi dari masyarakat Barat. Sebuah dogma yang menjadi nafas desain modern adalah "Form follow Function" yang di lontarkan oleh Louis Sullivan.Symbol terkuat dari kejayan modernisme adalah mesin yang juga diartikan sebagai masa depan bagi para pengikutnya. Desain tanpa dekorasi lebih cocok dengan “bahasa mesin”, sehingga karya-karya tradisi yang bersifat ornamental dan dekoratif dianggap tidak sesuai dengan “estetika mesin”.
1916, Dadaisme
Suatu pergerakan seni dan kesusasteraan (1916-1923) yang dikembangkan mengikuti masa Perang Dunia Pertama dan mencari untuk menemukan suatu kenyataan asli hingga penghapusan kultur tradisional dan bentuk estetik. Dadaisme membawa gagasan baru, arah dan bahan, tetapi dengan sedikit keseragaman. Prinsipnya adalah ketidakrasionalan yang disengaja, sifat yang sinis dan anarki, dan penolakan terhadap hukum keindahan.
1916, De Stijl
Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris. Gambar dibawah adalah Red and Blue Chair yang dirancang oleh Gerrit Rietveld.
1918, Constructivism
Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris.

Bauhaus dibuka pada tahun 1919 di bawah arahan arsitek terkenal Walter Gropius. Sampai akhirnya harus ditutup pada tahun 1933, Bauhaus memulai suatu pendekatan segar untuk mendisain mengikuti Perang Duni Pertama, dengan suatu gaya yang dipusatkan pada fungsi bukannya hiasan.

Tipograper Eric Gill belajar pada Edward Johnston dan memperhalus tipe huruf Underground ke dalam Gill Sans. Gill Sans adalah sebuah jenis huruf sans serif dengan proporsi klasik dan karakteristik geometris lemah gemulai yang memberinya suatu kemampuan beraneka ragam (great versatility).
1931, Harry Beck
Perancang grafis Harry Back ( 1903-1974) menciptakan peta bawah tanah London (London Underground Map) pada tahun 1931. Sebuah pekerjaan abstrak yang mengandung sedikit hubungan ke skala fisik. Beck memusatkan pada kebutuhan pengguna dari bagaimana cara sampai dari satu stasiun ke stasiun yang lain dan di mana harus berganti kereta.

International atau Swiss style didasarkan pada prinsip revolusioner tahun 1920an seperti De Stijl, Bauhaus dan Neue Typography, dan itu menjadi resmi pada tahun 1950an. Grid, prinsip matematika, sedikit dekorasi dan jenis huruf sans serif menjadi aturan sebagaimana tipografi ditingkatkan untuk lebih menunjukkan fungsi universal daripada ungkapan pribadi.
1951, Helvetica
Diciptakan oleh Max Miedinger seorang perancang dari Swiss, Helvetica adalah salah satu tipe huruf yang paling populer dan terkenal di dunia. Berpenampilan bersih, tanpa garis-garis tak masuk akal berdasarkan pada huruf Akzidenz-Grotesk. Pada awalnya disebut Hass Grostesk, nama tersebut diubah menjadi Helvetica pada tahun 1960. Helvetica keluarga mempunyai 34 model ketebalan dan Neue Helvetica mempunyai 51 model.

1960s, Psychedelia and Pop Art
Kultur yang populer pada tahun 1960an seperti musik, seni, disain dan literatur menjadi lebih mudah diakses dan merefleksikan kehidupan sehari-hari. Dengan sengaja dan jelas, Pop Art berkembang sebagai sebuah reaksi perlawanan terhadap seni abstrak. Gambar dibawah adalah sebuah poster karya Milton Glaser yang menonjolkan gaya siluet Marcel Duchamp dikombinasikan dengan kaligrafi melingkar. Di cetak lebih dari 6 juta eksemplar.
1984, Émigré
Majalah disain grafis Amerika, Émigré adalah publikasi pertama untuk menggunakan komputer Macintosh, dan mempengaruhi perancang grafis untuk beralih ke desktop publishing ( DTP). Majalah ini juga bertindak sebagai suatu forum untuk eksperimen tipografi.

Rabu, 21 Desember 2011
Membuat Start dan Shutdown Makin Kencang!
Windows 7 dilengkapi dengan berbagai tool dan software yang berguna. Sayangnya, konfigurasi standar tidak terlalu mengakomodasi performa Windows 7.
Optimasi Services Windows 7
Services merupakan proses yang berjalan di background. Artinya, program berjalan sendiri secara diam-diam, tidak perlu diketahui oleh pengguna umum.
Services digunakan untuk mendukung fitur yang disediakan oleh Windows 7. Jika ada services aktif dan ternyata fitur dari services tersebut tidak dimanfaatkan, tentu hanya akan membuang-buang sumber daya komputer saja.
Penonaktifan services harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak boleh sembarangan. Services yang dinonaktifkan secara asal-asalan dapat mengganggu penggunaan Windows 7 itu sendiri. Anda harus mengetahui services yang aman untuk dinonaktifkan serta jarang digunakan.
Praktek penonaktifan services Windows 7 dapat dilakukan dengan cara berikut:
1. Klik tombol Start pada desktop. Pada kotak pencari, ketikkan services.
2. Klik link Services yang ditampilkan pada Start menu.
3. Maka akan muncul tool Services. Lakukan klik ganda (double click) pada services yang akan dinonaktifkan. Pada contoh ini, Penulis akan menonaktifkan services Application Experience.
4. Maka akan muncul kotak dialog Application Experience Properties. Jika services sedang aktif, matikan dulu dengan klik pada tombol Stop.
5. Nonaktifkan services dengan memilih Manual pada Startup type. Akhiri dengan klik tombol OK.
6. Jika berhasil, pada kolom Startup Type menjadi Manual.
Peringatan: Sebaiknya Anda tidak mematikan services dengan Disable tetapi cukup dengan Manual. Disable berpotensi menimbulkan masalah jika services tersebut diperlukan lagi oleh Windows 7.
Berikut daftar services yang sebaiknya dijalankan secara Manual, bukan otomatis (Automatic).
Application Experience
Diagnostic Policy Service
Distributed Link Tracking Client
IP Helper
Offline Files
Portable Device Enumerator Service
Protected Storage
Remote Registry
Secondary Logon
Tablet PC Input Service
TCP/IP NetBIOS Helper
Windows Error Reporting Service
Windows Media Center Service Launcher
Sedangkan jika tidak digunakan, Anda dapat mematikan services di bawah ini dan menggantinya dengan Manual.
Windows Search : Jika tidak terlalu sering melakukan pencarian melalui Windows 7
Windows Time : Jika tidak melakukan update waktu melalui internet
Themes : Jika hanya menggunakan theme Windows Classic
Server : Jika komputer tidak terkoneksi ke dalam jaringan
Print Spooler : Jika komputer tidak terpasang printer
Computer Browser : Jika komputer tidak terkoneksi ke dalam jaringan
Desktop Window Manager Session Manager : Jika tidak mengaktifkan Aero
Prosesor dan RAM untuk Start Windows
Agar komputer dapat menyala lebih cepat, Anda dapat mengatur ukuran RAM dan jumlah inti prosesor yang dipakai untuk menyalakan Windows 7. Caranya sebagai berikut:
1. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan msconfig pada kotak pencari. Tekan Enter keyboard.
2. Pilih tab Boot lalu klik tombol Advanced options.
Tip: Agar lebih cepat melakukan booting, Anda dapat menonaktifkan GUI. Caranya, centang pada No GUI Boot.
3. Aktifkan Number of processor dan Maximum memory.
4. Gunakan nilai maksimal untuk komputer Anda. Jika jumlah inti prosesor komputer ada dua, gunakan nilai 2 pada Number of processors. Prosesor yang menggunakan dua inti, antara lain Pentium 4 Dual Core, Core 2 Duo, Athlon X2, Turion X2, Phenom, Intel Atom.
5. Pada Maximum memory, ketikkan jumlah RAM maksimal Anda. Klik tombol OK.
6. Setelah dilakukan konfigurasi ulang, komputer harus dinyalakan ulang. Klik tombol Restart untuk menyalakan ulang komputer sekarang. Sedangkan jika ingin restart nanti, klik tombol Exit without restart.
Mematikan Password Start Windows
Saat Windows 7 dinyalakan (booting), pengguna harus mengetikkan password. Tentu komputer menjadi lebih aman. Namun, jika komputer sudah aman, seperti digunakan sendiri di rumah, fitur ini bisa memperlambat proses penyalaan komputer. Anda dapat mengubah proses login sehingga tidak harus memasukkan password. Caranya sebagai berikut:
1. Klik tombol Start pada desktop lalu ketik netplwiz pada kotak pencari.
2. Klik link netplwiz yang ditampilkan pada menu Start.
3. Maka akan muncul jendela User Accounts. Klik Users must enter a user nama and password to use this computer sehingga tidak tercentang . Klik tombol OK.
4. Maka Anda harus memasukkan password untuk melakukan konfirmasi. Klik OK.
Setelah komputer dinyalakan ulang, Anda tidak perlu lagi memasukkan password setiap kali masuk sebagai user Radian.
Mengatur Program Startup
Program aplikasi sering menempatkan dirinya pada Startup sehingga akan dijalankan otomatis pada saat Windows menyala. Tentu saja efek negatifnya adalah komputer menjadi semakin lama untuk booting. Jika komputer Anda terinstal banyak program, pengaturan program Startup sudah menjadi keharusan.
Program akan dijalankan secara otomatis dengan salah satu metode berikut:
1. Menempatkan shortcut pada folder Startup. Anda dapat melihatnya melalui Start menu. Startup biasanya ada dalam salah satu folder berikut:
C:\ProgramData\Microsoft\Windows\Start Menu\Programs\Startup
C:\Users\Radian\AppData\Roaming\Microsoft\Windows\StartMenu\Programs\Startup
2. Menggunakan registry untuk menuliskan informasi program aplikasi. Registry untuk Startup berada pada salah satu isi berikut ini.
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce
Anda dapat melihat sendiri entri registry melalui Registry Editor. Caranya sebagai berikut:
1. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan regedit pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.
2. Buka salah satu folder registry di atas. Di bawah ini adalah contoh tampilannya. Maka akan terlihat beberapa program yang dinyalakan bersamaan dengan Windows 7.
Untuk mematikan Startup program pada registry dan folder Startup, jangan dilakukan dengan menghapus entri registry atau ikon dalam folder Startup. Sebaiknya digunakan tool msconfig dengan cara berikut:
1. Klik tombol Start desktop lalu ketikan msconfig pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.
2. Klik pada tab Startup lalu pilih aplikasi mana saja yang akan dijalankan saat komputer start (tercentang ) dan program aplikasi yang tidak (tidak tercentang ). Klik tombol OK.
3. Klik tombol Exit without restart untuk keluar tanpa menyalakan ulang komputer.
Mengatur Task Scheduler
Task scheduler merupakan tool Windows 7 yang digunakan untuk menjalakan program aplikasi secara terjadwal (berkala). Task scheduler memudahkan eksekusi program secara otomatis pada saat-saat tertentu. Sayangnya, program yang tidak terlalu penting hanya akan memakan sumber daya dan membuat kinerja komputer menjadi lamban. Anda dapat mengatur schedule penting untuk diaktifkan sedangkan lainnya dapat dimatikan. Caranya sebagai berikut:
1. Klik tombol Start desktop lalu klik All Programs. Buka Accessories > System Tools > Task Scheduler.
2. Perhatikan daftar pada Active Tasks. Klik sembarang nama dalam daftar Task Name.
Keterangan: Jika daftar task di Active Tasks tidak muncul, klik pada bagian judul Active Tasks.
3. Pada contoh ini, Penulis ingin mematikan task untuk update software printer HP. Untuk itu, klik pada HP online update program.
4. Matikan dengan klik menu Disable di bawah Selected Item.
5. Jika berhasil, akan muncul keterangan Disabled.
Mengatur Prefetch
Prefetch merupakan services Windows 7 untuk memantau program aplikasi yang sering digunakan. Program-program tersebut akan dimasukkan ke dalam RAM ketika Windows mulai dinyalakan. Manfaatnya adalah aplikasi dapat dijalankan lebih cepat karena sudah ada dalam memori komputer.
Ada empat jenis konfigurasi prefetch yang dapat dilakukan dengan mengatur nilai EnablePrefetcher (1-4) pada regsitry:
1. Prefetch dimatikan.
2. Prefetch diterapkan hanya pada program aplikasi.
3. Prefetch diterapkan hanya pada file-file sistem untuk booting. Konfigurasi ini cocok untuk komputer yang banyak terinstal program aplikasi dengan penggunaan bervariasi.
4. Prefetch untuk program aplikasi dan booting. Konfigurasi ini cocok jika komputer Anda hanya mempunyai sedikit program aplikasi terinstal dan sering menggunakan program aplikasi tertentu saja.
Pengeditan konfigurasi prefetch dapat dilakukan dengan langkah berikut.
1. Jalankan registry editor. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan regedit pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.
2. Jelajahi bagian berikut:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\Memory Management\PrefetchParameters.
3. Klik ganda pada EnablePrefetcher.
4. Pada contoh ini, Penulis hanya mengaktifkan prefetch booting. Untuk itu, gunakan nilai 2 pada Value data lalu klik tombol OK.
5. Tutup aplikasi Registry Editor. Anda dapat melihat hasilnya setelah komputer dinyalakan ulang.
Percepat Proses Shutdown
Pada komputer yang terisi dengan banyak aplikasi, proses shutdown dapat memakan waktu lama. Anda dapat mengatasinya dengan mempersingkat kill time. Kill time menentukan waktu tunggu program aplikasi untuk ditutup. Jika sudah melewati batas waktu kill time, maka Windows 7 akan dimatikan dan semua program aplikasi dipaksa untuk dimatikan.
Untuk mengatur waktu kill time, lakukan langkah berikut:
1. Jalankan registry editor. Klik tombol Start desktop lalu ketikkan regedit pada kotak pencari. Tekan tombol Enter keyboard.
2. Buka pada bagian HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control.
3. Klik ganda pada WaitToKillServiceTimeout. Ketikkan nilai pada Value data. Satuan yang digunakan adalah milidetik. Nilai default 12000 (12 detik) dapat Anda kecilkan, misalnya menjadi 5000 (5 detik). Klik OK.
MENGENAL MACROMEDIA FLASH 8
A. Cara Membuka
Untuk membuka program Macromedia Flash 8 Anda dapat melakukan cara berikut:
- Pilih Start > Program > Macromedia > Flash 8
Atau
Beberapa saat akan muncul jendela dialog seperti berikut.
Pilih Create New > Flash Document untuk memulai membuat file baru.
Pilih Open a Recent New > Open untuk membuka file flash.
B. Mengenal Jendela Kerja
1. Mengenal Menu Dasar
Berikut merupakan tampilan standar jendela kerja Flash 8, saat Anda memulai membuat file baru.
Jendela kerja Flash 8 terdiri atas :
- Menubar
Berisi kumpulan menu atau perintah-perintah yang digunakan dalam Flash 8.
• Toolbar
Toolbar merupakan panel berisi berbagai macam tool. Tool-tool tersebut dikelompokkan menjadi empat kelompok:
1. Tools; berisi tombol-tombol untuk membuat dan mengedit gambar,
2. View; untuk mengatur tampilan lembar kerja,
3. Colors; menentukan warna yang dipakai saat mengedit,
4. Option; alat bantu lain untuk mengedit gambar.
|










